RakyatBersamaHT Jadi Trending Topic, 'Hary Tanoe Keluarin Duit Berape?'

RakyatBersamaHT Jadi Trending Topic, 'Hary Tanoe Keluarin Duit Berape?'


Akhir-akhir ini, Hary Tanoesoedibjo menjadi sorotan publik.
Pentolan MNC Group ini beberapa waktu lalu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan melakukan ancaman melalui media elektronik kepada Yulianto.
Dilansir dari , mengirim pesan singkat kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Yulianto.
Dalam pesan singkat tersebut, Hary mentakan, "Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power.Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan."
Pesan tersebut dikirim pada 7 Januari 2016 lalu.
Namun, pada 9 Januari 2016, ia kembali mendapat pesan singkat melalui WhatsApp yang berbunyi, "Kasihan rakyat yang miskin makin banyak, sementara negara lain berkembang dan semakin maju."
Namun, menurut Hary, pesan yang dikirim kepada Yulianto tersebut tidak bermaksud mengancam.
"SMS ini saya buat sedemikian rupa untuk menegaskan saya ke politik untuk membuat Indonesia lebih baik, tidak ada maksud mengancam," ujar Hary Tanoe usai diperiksa Badan Reserse Kriminal Polri, Senin (12/6/2017).
Seperti diwartakan oleh Hary Tanoe telah dipanggil untuk memenuhi pemeriksaan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
Namun, sayangnya penyidikan yang seharusnya dilakukan pada Selasa (4/7/2017), tidak dihadirinya.
Padahal, pemanggilan ini merupakan pemanggilan pertamanya setelah ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Salah satu kuasa hukumnya, Adi Dharma Wicaksono menjelaskan bahwa Hary tidak memenuhi peanggilan pemeriksaan penyidik karena ada keperluan mendesak.
Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci keperluan yang dimaksud. 
Oleh karena itu, seperti dikutip dari  pihak Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pun menyiapkan surat pemanggilan kedua.
Berkaitan dengan kasus tersebut, massa pendukung Hary Tanoe pun beramai-ramai menyuarakan dukungannya terhadap Hary Tanoe.
Mereka menyuarakan dukungannya melalui media sosial Twitter.
Bermodalkan tagar #RakyatBersamaHT dan #StopKriminalisasiHT, para pendukung berhasil memviralkan dukungannya mellaui Twitter.
Trending Topic Twitter
Trending Topic Twitter (Twitter)
Bahkan, kedua tagar tersebut sempat menjadi trending topic.
Sebagian besar dukungan berasal dari kader dan simpatisan Partai Perindo, partai yang digawanginya.
Akun resmi Partai Perindo mengunggah cuitan, "Kepada seluruh pengurus & kader Partai Perindo tetaplah tegar dan semakin rapatkan barisan,” Bendum Bpk Henry Suparman #StopKriminalisasiHT."

"Kriminalisasi SMS, Trik Jatuhkan Pamor Ketum Partai Perindo Bpk @Hary_Tanoe http://partaiperindo.com/?p=43005 #StopKriminalisasiHT #RakyatBersamaHT," tulis akun tersebut.

"Orang baik dan benar macam pak HT itu perlu dibela bang. #RakyatBersamaHT #BersatuDukungHT," tulis akun @KikiNalendra.

Namun, selain itu juga ada warganet yang malah berharap agar Hary Tanoe dapat membenahi MNC Group.
"#RakyatBersamaHT satu2nya harapan sy dr @Hary_Tanoe adalah membenahi MNC group spy bs tayang di TV Digital gue #gelartikernontonnaruto," kata akun @Andri_Kartono.

Status Hary Tanoe sebagai Tersangka Sudah Dipastikan Polri!
Bahkan ada pula yang menanyakan jumlah uang yang harus dikeluarkan Hary Tanoe agar ia menjadi trending topic.
Akun @arangga_aria menulis, "***gke #StopKriminalisasiHT ini HT keluarin duit berape ampe tiap hari ada hestek dukung dia mulu ?? HT & peRINSO jangan dipilih ya nanti !!"

Share on Google Plus

About daniel wijaya

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.