Manusia Tertua Asal Yogya Kuat tak Makan 5 hari & Hobi Tidur di Luar

Manusia Tertua Asal Yogya Kuat tak Makan 5 hari & Hobi Tidur di Luar


Berumur 117 tahun, Mbah Suparni warga Padukuhan Sadang, Kelurahan Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulonprogo masih nampak segar dan beraktivitas layaknya orang dalam usia produktif. Sehari-hari Mbah Suparni bahkan masih mencari nafkah sendiri untuk mencukupi kebutuhannya.

Dari pagi hingga siang hari, Mbah Suparni biasanya masih berkeliling desa untuk menjual jamu atau kain selendang. Sorenya, Mbah Suparni tak lantas beristirahat, dirinya masih melakukan kerja sambilannya yaitu membuat tali tambang atau tampar dari daun pandan. Aktivitas ini selalu dilakukan Mbah Suparni setiap harinya.

Secara fisik, Mbah Suparni pun masih cukup baik. Di usianya yang lebih dari seabad, Mbah Suparni masih memiliki penglihatan yang bagus. Mbah Suparni juga masih dikaruniai pendengaran yang baik. Bahkan, saat berbicara pun Mbah Suparni masih jelas dan mudah dipahami.
Mbah Suparni juga jarang mengeluh sakit. Selama hidupnya, riwayat Mbah Suparni masuk rumah sakit masih bisa dihitung dengan jari. Bagi Mbah Suparni, kesehatan dan kondisi fisik yang masih baik di usianya saat ini tak lepas dari menjaga pikiran untuk selalu berpikir positif selama hidup baik saat ada masalah maupun tidak.

"resepnya pikiran. Pikirannya jadi per. Walaupun kere tapi pikirannya asal merasa punya," ungkap Mbah Suparni dalam bahasa Jawa, Kamis (6/7).

Bagi Mbah Suparni, hidup tak perlu merasa wah dan berlebihan. Hidup juga tak perlu aneh-aneh mencari harta yang berlebihan. Setiap pemberian Tuhan, kata Mbah Suparni, harus dijaga.
"Jadi orang yang benar. Hidup di dunia tidak perlu aneh-aneh," terang Mbah Suparni.

Selain cara pikir dan selalu bersyukur, Mbah Suparni juga menasehati bahwa makanan dan minuman juga berperan bagi kesehatan. Setiap harinya, Mbah Suparni lebih memilih mengonsumsi sayur mayur masakannya sendiri dengan berbahan hasil kebun.

"Apa saja mau, daun telo bisa. Tidak pilih pilih kalau makan. Lima hari tidak makan juga tidak masalah," ucap Mbah Suparni.

Sedangkan untuk minuman, Mbah Suparni mengaku suka mengonsumsi teh kental racikannya sendiri. Teh kental ini setiap hari selalu dikonsumsinya. Bagi Mbah Suparni, teh kental ini menjadi resep bebas sakit selama 117 tahun hidup.

"Minum teh kental. Itu aja sama dikasih gula jawa. Minumannya kentel perutnya tidak lapar," urai Mbah Suparni.

Berkat menjaga makanan dan pikiran, kondisi fisik Mbah Suparni masih nampak bugar. Padahal setiap harinya, Mbah Suparni biasa tidur di tempat tidur atau amben yang berada di sebelah rumahnya. Mbah Suparni selalu tidur di luar rumah setiap harinya. Baginya, tidur di luar rumah lebih nyaman dibandingkan di dalam rumah.

"Enak tidur di luar rumah. Tidak dinginkan sudah diselimuti oleh Tuhan," pungkas Mbah Suparni.
Tukiyem (65) anak pertama Mbah Suparni mengaku kebiasaan ibunya minum teh kental sudah sejak dirinya kecil. Kebiasaan itu memang dilakukan ibunya dan membuat ibunya awet dan sehat di usia 117 tahun.

"Biasanya minum teh itu. Kentel biasanya. Juga wedang uwuh dan jamu jamuan juga sering diminum Simbah," terang Tukiyem.

Kebiasaan Mbah Suparni tidur di luar rumah pun juga dibenarkan oleh Tukiyem. Menurut Tukiyem, Mbah Suparni kerap diminta tidur di dalam rumah meskipun ajakan itu selalu ditolak oleh ibunya. Bagi Mbah Suparni, tidur di luar rumah lebih nyaman dibandingkan tidur di dalam rumah.
"Sudah minta ibu tidur di dalam. Tapi ya itu ibu enggak mau," tutup Tukiyem.

Share on Google Plus

About daniel wijaya

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.