Mengejutkan, Polisi Temukan Sketsa Pembunuhan Kumpi dari Pria Keterbelakangan Mental Ini

Mengejutkan, Polisi Temukan Sketsa Pembunuhan Kumpi dari Pria Keterbelakangan Mental Ini

SEBARKANBERITA


Mengejutkan, Polisi Temukan Sketsa Pembunuhan Kumpi dari Pria Keterbelakangan Mental Ini

GIANYAR – Polsek Payangan akhirnya berhasil mengamankan I Wayan Agus Arnawa (24), Jumat (9/6/2017) pukul 15.41 Wita.

Pelaku pembunuh kumpi atau nenek buyutnya ini diamankan di pondokan milik Jro Mangku Tarib di Banjar/Desa Banua, Kecamatan Kintamani, Bangli.

Namun pihak kepolisian kesulitan menggali keterangan pelaku lantaran tidak memahami bahasanya.
Polisi pun akan meminta bantuan ahli penerjemah tuna wicara di SLB Gianyar.

Yang mengejutkan, meskipun Agus merupakan tuna wicara dan mengalami keterbelakangan mental, namun diduga ia telah merencanakan pembunuhan sadis terhadap kumpinya, Ni Wayan Uyut (75).

Indikasi ke arah pembunuhan berencana terungkap setelah polisi menemukan barang bukti sebuah sketsa gambar tentang perencanaan pembunuhan terhadap korban, lengkap dengan lokasi pelariannya.

Barang bukti lainnya adalah sebuah handphone merek Samsung.

Penangkapan ini bermula saat ayah Agus, I Wayan Putra Yasa, mendapatkan informasi dari Mangku Tarib di Banjar Banua.

Setelah sampai di Banua, Yasa menemui anaknya.

Yasa pun lantas menelepon anggota kepolisian.

Sekitar pukul 15.41 Wita, anggota Polres Gianyar yang terdiri dari Unit Buser Polres Gianyar, Unit Buser Polsek Payangan dan Unit Intel Polres Gianyar tiba di Banua.

Setelah itu pelaku diajak ke Polsek Payangan, dengan cara dibonceng anggota Buser Polres Gianyar.
Sebelumnya, Polsek Peyangan sempat menetapkan Agus sebagai DPO (Dalam Pencarian Orang) atau buron.

Pemuda asal Banjar Marga Tengah, Desa Kerta, Payangan, ini melarikan diri setelah diduga membunuh kumpi-nya.

Agus diduga membunuh kumpi-nya karena tidak dikasi uang.

Polisi mengamankan barang bukti berupa pisau temutik berbercak darah di rumah korban.

Jenazah kumpi Uyut ditemukan di pinggir jurang dengan luka tusuk di pinggang kanan oleh warga Banjar Marga Tengah, I Wayan Sudirta, Kamis (8/6/2017) pukul 17.00 Wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Bali dan hasil olah tempat kejadian perkara oleh pihak kepolisian, pembunuhan diduga dilakukan Agus sekitar pukul 05.00 Wita.

Dalam kesehariannya, Agus kerap meminta uang pada kumpi-nya.

Diduga karena tidak diberi uang, Agus pun marah dan menusuk Kumpi Uyut.

Setelah itu, pelaku mengambil dompet yang selalu diikat di pinggang korban.

Untuk menghilangkan jejaknya, di tengah guyuran hujan Agus pun menggendong tubuh korban ke ladang yang berjarak 100 meter dari rumahnya.

Agus lalu melemparkan tubuh Kumpi Uyut ke jurang di sebelah ladang.

Mayat korban ditemukan pemilik ladang, Sudirta, saat akan memetik bunga semaga.

“Saat berada di ladang, Pak Sudirta curiga karena ada banyak bercak darah di tanah, dan anjingnya terus menggonggong. Saat dicek, ternyata di pinggir jurang ada kaki, karena takut, ia pun melapor ke saya, lalu kami melapor ke polisi,” ujar Kelian Banjar Marga Tengah, I Kade Dwi Wedhana.

Tetap Diproses Hukum

Kapolsek Payangan, AKP Gede Hendrawan mengatakan, meskipun mengalami keterbelakangan mental dan bisu, pergaulan Agus sangat luwes.

Dia memiliki banyak teman, dan sering nongkrong di Kecamatan Petang, Badung.

Hendrawan mengatakan, meskipun Agus sempat dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan, namun bila ia terbukti melakukan pembunuhan terhadap kumpi-nya, ia akan tetap diproses hukum.

“Setelah tertangkap, kita periksakan dulu ke RSJ (Rumah Sakit Jiwa), kalau dinyatakan sakit kita rawat dulu di sana. Usai menjalani perawatan, saat itu kita proses hukumnya,” tegasnya.

Berdasarkan data kepolisian, Agus merupakan pengangguran yang memiliki banyak catatan buruk.
Enam bulan lalu, ia menusuk ibu kandungnya hingga meninggal.

Agus yang mengalami kebisuan sejak lahir ini juga sempat ditahan di Polsek Ubud lantaran melakukan tindak pencurian.

Namun Agus selalu lolos dalam proses peradilan lantaran dinyatakan mengalami gangguan jiwa.
Pernah di RSJ

Kelian Banjar Marga Tengah, I Kadek Dwi Wedhana mengatakan, warganya tersebut sempat dirawat di RSJ Bangli, setelah menusuk ibu kandungnya.

Penusukan itu terjadi usai keduanya terlibat cekcok, diduga karena Agus tidak diberi uang.
Namun, ia tidak sampai lama dirawat di RSJ lantaran tidak mengalami gangguan jiwa.
Tetapi hanya mengalami keterbelakangan mental.

Selain menusuk ibunya dan diduga membunuh kumpi-nya, Agus juga kerap mencuri motor.
Namun berbeda dengan pencuri biasanya, Arnawa hanya melakukan perbuatannya untuk bersenang-senang.

Motor yang dicurinya tersebut digunakan untuk berkeliling, setelah bensinnya habis, motor curiannya ditinggalkan begitu saja.

Meskipun demikian, warga setempat tidak resah atas keberadaan Agus di banjar.

“Sebab dia hanya berlaku kasar, dan beraninya sama keluarganya. Sama orang lain tidak,” ujar Wedhana.


photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
 http://adukiukiu.com/
 http://www.inidewa365.org
 https://goo.gl/gPJim5
Share on Google Plus

About sebarkanberita

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.