Bocah 6 Tahun Menolak Tinggalkan Adiknya yang Masih Bayi Setelah Ditelantarkan oleh Sang Ibu

Bocah 6 Tahun Menolak Tinggalkan Adiknya yang Masih Bayi Setelah Ditelantarkan oleh Sang Ibu

SEBARKANBERITA



Seorang bocah laki-laki menolak untuk meninggalkan adiknya yang masih bayi setelah mereka dibuang oleh orangtuanya.

Peristiwa yang menyayat hati ini terjadi di Hanoi, Vietnam.

Sang kakak yang berusia 6 tahun terlihat duduk sambil menangis di dekat adiknya yang diletakkan di pingir jalan.

Ibu kedua anak ini mengantar mereka ke tempat itu dengan mengendarai sepeda motor pada pukul 5 pagi.

Sang ibu mengatakan pada mereka bahwa ia hanya akan membeli bahan bakar di seberang jalan, namun sang ibu tidak kembali lagi.

Pihak kepolisian dan pihak berwenang telah diberitahu mengenai hal ini.

Saat ini mereka sedang berusaha mencari orangtua dari kedua ini.

Pekerja komuter lokal Nhu Goc mengatakan, "Pagi ini di luar gereja seorang bayi berusia dua bulan dan kakaknya ditelantarkan di jalanan."

"Saat ini bayi tersebut sudah dibawa ke rumah sakit, tetapi untuk siapapun yang mengetahui informasi mengenai orangtua dari anak ini mohon melapor ke rumah sakit."

"Kami berharap para donatur dapat membantu bayi ini. Kenapa ada orang yang tega meninggalkan mereka seperti ini kami tidak tahu."

"Anak laki-laki ini bisa saja diculik dan dijual ketika mereka lengah".

Dilansir dari Dailymail, Jumat (16/6/2017), pihak kepolisian sedang berusaha menemukan orangtua dari kedua anak ini.

Dalam video ini terlihat seorang bocah laki-laki yang mengenakan kaus garis-garis warna-warni duduk di dekat keranjang merah yang terbuat dari plastik.

Dalam keranjang itu terdapat seorang bayi yang mengenakan kaus warna kuning pucat.

Orang-orang mengerumuni mereka dan sang bocah laki-laki terus memegangi keranjang merah tempat adiknya berbaring.




photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
 http://adukiukiu.com/
 http://www.inidewa365.org
 https://goo.gl/gPJim5
Share on Google Plus

About sebarkanberita

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.