Yana Zein Sembuh dari Kanker Stadium Empat Berkat Pengobatan Ini

Yana Zein Sembuh dari Kanker Stadium Empat Berkat Pengobatan Ini

SEBARKANBERITA



Aktris senior Yana Zein menjadi satu penyintas kanker payudara sejak tahun 2015 silam.
Perempuan hebat kelahiran 1969 yang membintangi berbagai sinetron di Tanah Air ini sempat jatuh bangun saat berusaha mengobati penyakitnya.

Kedua anaknya, Alika dan Callista bahkan sampai putus sekolah lantaran tak ada biaya.
Beruntung, ada banyak sahabat dan rekan-rekan sesama artis yang bersedia menjadi donatur.
Yana pun bisa diberangkatkan ke Guangzhou, Tiongkok, untuk menjalani pengobatan intensif selama 4 bulan di rumah sakit Modern Cancer Hospital Guangzhou.

Minggu (28/5/2017), Yana kembali menjejakkan kakinya di Indonesia.

Yana yang terlihat cantik dengan pulasan make up dan wig kecokelatan sebahu itu tiba di bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 12.40 siang.

Dengan semangat, Yana berkata, "Hai Indonesia, Yana pulang!"

Sambil terduduk di kursi roda, Yana tak henti-hentinya tersenyum.



Ia mengaku sudah leluasa berjalan kaki, namun karena panas dan lelah di perjalanan, akhirnya ia memilih untuk duduk di kursi roda.

Di hadapan media, Yana yang mengenakan kaus panjang warna kuning cerah itu mengaku tak bisa berhenti mengucapkan rasa syukur karena diberi kesempatan untuk sembuh.

"Amin, Amin (segera sembuh total). Aduh, saya nggak bisa berkata-kata. Allah sangat baik kepada saya. Dari dulu sejak saya mulai sakit, saya diberi banyak sekali mukjizat, saya tidak bisa bilang apa-apa. Rasanya bilang makasih pada Allah pun nggak cukup."

Tak sendiri, Yana juga dijemput oleh kedua putrinya di bandara.

Usai saling berpelukan dan mengirimkan kecupan, Yana mengaku tak sabar lagi untuk sampai di rumah. "Anak-anak saya mau kasih kejutan soalnya."

Pengobatan teknik cryotherapy

Yana menceritakan teknik pengobatan yang memberinya kesembuhan.

Selain menderita kanker payudara sejak 2 tahun terakhir, Yana juga divonis mengidap kanker kelenjar getah bening secara bersamaan.

"Kemarin hampir 4 bulan. Disana pengobatannya pertama saya harus zero, tapi karena itu butuh waktu dan ada banyak tes yang harus dilakukan, seluruh badan dicek, kita akhirnya cryotherapy dulu di mana di bagian yang sakit itu dipanaskan lalu didinginkan, dipanaskan dan didinginkan lagi dan lagi."


Pengobatan zero adalah penyembuhan kanker yang dilakukan dengan dengan memasukkan selang berukuran kecil ke dalam pembuluh darah yang terdapat sel kanker di dalamnya.

Setelah selang menyalurkan obat kemoterapi, pembuluh darah pun disumbat agar sel kanker kekurangan nutrisi dan akhirnya mati.

Sementara cryotherapy adalah terapi pemusnahan kanker dengan pembekuan dan pemanasan.
Ketika ujung jarum dialiri gas argon, sel kanker membeku dengan suhu ekstrem mencapai -180℃. Setelahnya, sel kanker dipanaskan dengan gas helium agar meleleh dan hancur.

Teknik ini tengah berkembang saat ini sebagai salah satu terapi pemusnahan kanker yang paling efektif dan efisien.

"Bisa dibilang kalau payudara saya 100% sembuh berkat cryo."

Yana mengakui payudaranya sempat pecah akibat terlambat mengobati sel kankernya.

"Kemarin di Indonesia, kanker saya menjalar ke liver. Sekarang livernya lagi diperbaiki. Kemarin kira-kira ukurannya segini (sekepalan tangan), sekarang diablasi. Itu disuntik, dipanasi, lalu pecah kankernya jadi titik-titik kecil."

Yana mengakui pengobatan yang dialaminya berjalan lancar hingga dinyatakan dokter telah 80% sembuh.

"Tadinya saya ke Guangzhou harus naik kursi roda, tapi di sana saya sudah bisa jalan-jalan. Bisa dibilang dokter pasti susah cari saya di rumah sakit karena saya jalan-jalan terus," canda Yana sambil tertawa.

"Karena dia sudah lihat kesembuhan saya sudah hampir 80 persen, katanya pulang dulu istirahat. Nanti bulan Juni atau Juli datang lagi untuk check up. Dilihat apa yang perlu dilakukan lagi untuk mengurangi 20 persennya."

Namun tetap saja, ia diminta untuk tetap menghindari berbagai makanan yang mungkin memicu pertumbuhan sel kanker di tubuhnya.



"Pantangan sama kayak yang semua orang jalani. Nggak boleh makanan berminyak, yang dibakar seperti sate-satean, zat-zat yang mengandung pengawet juga nggak boleh."

Kini Yana juga belum bisa kembali berpuasa karena masih harus rutin mengonsumsi obat 4-5 kali dalam sehari.

Ia menuturkan bahwa setelah dinyatakan mengidap kanker payudara stadium 4 dan kanker kelenjar getah bening, ia tak henti-hentinya memanjatkan doa pada Tuhan Yang Maha Esa.

"Kemarin, saya percaya kemanapun Allah menuntun saya, ke rumah sakit manapun, ia akan menyembuhkan saya di sana."

Atas kesembuhannya, Yana pun ingin menyemangati penderita kanker lainnya agar terus semangat dalam melawan kanker.

"Iya mudah-mudahan saya diberi kekuatan untuk berbuat baik lagi ke orang-orang lain ya."


photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
 http://adukiukiu.com/
 http://www.inidewa365.org
 https://goo.gl/gPJim5
Share on Google Plus

About sebarkanberita

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.