Terkuak, Merpati Ternyata Telah Lama Jadi Cara Menyelundupkan Narkoba! Simak Kisahnya Berikut

Terkuak, Merpati Ternyata Telah Lama Jadi Cara Menyelundupkan Narkoba! Simak Kisahnya Berikut

SEBARKANBERITA


Terkuak, Merpati Ternyata Telah Lama Jadi Cara Menyelundupkan Narkoba! Simak Kisahnya Berikut

Seiring berjalannya waktu, cara menyelundupkan narkoba pun kian beragam caranya.
Mulai dari menyelundupkan barang haram ini menggunakan transportasi darat seperti truk, kereta api dan menggunakan pesawat melintasi batas negara.

Kini salah satu teknik paling kreatif untuk menyelundupkan narkotika melintasi perbatasan internasional bahkan bisa tiba mulus masuk ke penjara yakni menggunakan jasa burung merpati.

Ya, sebelumnya pihak berwenang di Kuwait belum lama ini berhasil membongkar sindikat narkoba yang dikirimkan oleh burung merpati.


Burung merpati yang dikenal menjadi simbol perdamaian ini justru dirusak untuk mengantarkan barang haram ini agar lolos dari pantauan pihak otoritas yang berwenang.

Bahkan ada sebuah film bertajuk Pleasure Island, yang secara khusus menceritakan kisah mengenai burung merpati balap yang digunakan para oknum untuk meyelundupkan obat terlarang ini melintasi Laut Utara di Samudra Atlantik.

Nah, berikut ini akan membahas mengenai penyelundupan narkoba yang dilakukan menggunakan jasa burung merpati.

Mengutip dari laman GQ, Burung merpati rata-rata memiliki berat antara 300 hingga 500 gram.
Maka satu ekor merpati dapat membawa barang hingga 10% berat tubuh mereka yakni sekitar 30 sampai 50 gram.

Maka satu ekor merpati dapat membawa barang hingga 10% berat tubuh mereka yakni sekitar 30 sampai 50 gram.

Seekor merpati bisa meyelundupkan Narkoba senilai Rp 42 Juta

Karena kokain dihargai sekitar £50 per gram atau sekitar Rp800 ribu.

Berarti seekor merpati berpotensi mampu membawa obat terlarang ini hingga senilai Rp42 juta atau £2500.


Rusia pertama kali menggunakan cara ini

Kantor berita Indo-Asia memberitakan bahwa tim penyelidik narkoba di Rusia menemukan sebuah operasi penyelundupan obat bius terlarang di dekat sebuah kamp penjara di Astrakhan pada bulan Juli 2006 lalu.

Para oknum tersebut mengikatkan sebuah botol plastik pada merpati untuk mengirimkan obat terlarang tersebut di atas pagar penjara yang telah disepakati.

Nantinya para tahanan akan mengambil obat-obatan terlarang itu.

Lalu akan melampirkan pembayaran dan instruksi lebih lanjut dan selanjutnya akan melepaskan burung itu untuk kembali terbang pulang.

Merpati menjadi metode penyelundupan paling umum

Jadi ketika merpati dijadikan alat transportasi penyelundupan, para oknum memasangkan sebuah tas kecil di bagian punggung merpati.

Jadi ketika merpati dijadikan alat transportasi penyelundupan, para oknum memasangkan sebuah tas kecil di bagian punggung merpati.

Cara ini dinilai lebih baik lantaran tidak perlu memasukkan obata-obatan itu ke dalam tubuh merpati.
Hanya saja terkadang unggas ini akan membawa beban yang lebih banyak daripada kapasitas tubuhnya.
Gembong penjualan narkoba menggunakan merpati ditemukan di Kolombia

Pada tahun 2011, polisi di Kolombia menemukan seekor merpati dengan tas yang diikatkan ke punggungnya.

Polisi terkejut ketika melihat isi tas di dalamnya yakni berisi 40 gram ganja dan 6 gram pasta kokain.
Berdasarkan laporan dari Telegraph, paket tersebut terlalu berat untuk diangkut oleh seekor burung merpati.

Sehingga burung merpati tersebut gagal terbang melewati tembok penjara.

Tahanan di Brasil membuat kandang merpati di dalam penjara

Narapidana di sebuah penjara Brasil tepatnya di Marilia, negara bagian Sao Paulo membuat sebuah kandang merpati di atap penjara.

Tujuannya yakni untuk menyelundupkan telepon genggam dan narkoba masuk ke dalam penjara dengan mudahnya.

Tahanan tersebut akan menyelundupkan unggas dari para sahabat atau keluarga mereka yang telah memasukkan obat-obatan tersebut ke tas punggung merpati.

Merpati mati digunakan sebagai wadah obat-obatan terlarang

Sebuah acara yang disiarkan BBC TV pada tahun 2006 lalu pada program acara "Behind Bars" menampilkan kisah tentang Penjara Cardiff, Wales.

Dalam siaran tersebut menampilkan bagaimana penyelundup narkoba akan memasukkan obat-obatan ke dalam tubuh merpati yang telah mati.

Merpati tersebut akan dilemparkan ke dalam halaman penjara tempat napi berlatih.

Tak hanya merpati, wadah lainnya jeruk keprok dan bola tenis.

Petugas penjara berhasil memecahkan jaringan narkoba ini setelah memindahkan lokasi latihan jauh dari dinding penjara.






photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
 http://adukiukiu.com/
 http://www.inidewa365.org
 https://goo.gl/gPJim5
Share on Google Plus

About sebarkanberita

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.