Sadis!! Telat Bayar Kredit Motor Debt Collector Pukul Pelajar Hingga Tewas

Sadis!! Telat Bayar Kredit Motor Debt Collector Pukul Pelajar Hingga Tewas

SEBARKANBERITA


Sadis!! Telat Bayar Kredit Motor Debt Collector Pukul Pelajar Hingga Tewas

Kejadian yang sangat memilukan terjadi lagi di negara kita tercinta Indonesia, kabar memilukan ini datang dari salah satu daerah Mojokerto.

Kejadian yang tidak terduga terjadi kepada seorang pelajar SMKN 2 di Mojokerto, Edwin Sahroni yang berusia 17 tahun harus lebih dahulu menghadap Yang Maha Kuasa.Dirinya menjadi korban pemukulan sadis dari beberapa oknum debt collector motor hingga tewas seketika di tempat.

Pemukulan yang dilakukan oleh sekelompok oknum debt collector terhadap Edwin dikarenakan Edwin hanya telat 1 hari dalam pelunasan kredit di setiap bulannya.Mulyadi dan Feri adalah 2 debt collector yang berhasil di amankan oleh pihak kepolisian di kota Mojokerto.

Menurut pihak Kepolisian AKBP Puji Hendro, pemukulan sadis itu dilakukan oleh para debt collector saat Edwin sedang melintasi salah satu jalan sepi yang menuju pulang kerumahnya tersebut.”Memang benar pemukulan terhadap korban di karenakan korban lupa membayar kredit motor 1 hari, menurut olah TKP kami akan mengejar 4 pelaku pemukulan lagi yang saat ini masih buron tetapi identitasnya sudah kami simpan,” tutur AKBP Puji.

“Para oknum debt collector menarik motor korban dari arah belakang, setelah korban terpental jatuh korban langsung di pukul dan di tendang hingga bagian tulang dadanya retak dan tidak bisa bernafas,” lanjut Bapak Puji.”Ada baiknya para debt collector kredit motor harus memiliki aturan, beberapa diantaranya adalah aturan fidusia, bisa juga melapor kepada pihak Kepolisian yang terpenting dari pihak debt collector tidak boleh melakukan KEKERASAN,” tutup Puji Hendro.

Saat ini kedua orang tua Edwin sedang mengalami tekanan yang sangat berat mereka kehilangan buah hati yang sangat mereka kasihi sungguh sadis perlakuan dari debt collector ini, seharusnya mereka tidak dapat menggunakan kekerasan terhadap klien nya yang menunggak pembayaran kredit motor hanya 1 Hari.


Dua orang debt collector (bagian penagihan) sebuah pembiayaan kredit motor di Mojokerto Jatim, ditangkap polisi, karena meresahkan warga, mengakibatkan seorang pengendara kecelakaan, hingga meninggal dunia. Keduanya berinisial MLY (56), warga Desa Sidoharjo, kecamatan Gedeg, dan FAS (28), warga Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jatim.

AKBP Puji Hendro Wibowo, Kapolres Mojokerto Kota mengatakan, keduanya ditangkap setelah terjadi kecelakaan pengendara sepeda motor yang diduga akibat dikejar empat orang debt collector, di jalan raya, Lespadangan, Kecamatan Gedeg, pada Jumat (12/5) lalu. Motor korban sempat ditarik, hingga terjatuh masuk kolong truk gandeng dan korban terlindas hingga meninggal.

"Dari enam orang debt collector yang diduga melakukan pengejaran korban hingga kecelakaan, dua sudah kita amankan, sedangkan lainnya, AL, ALN, AWR, masih dalam pengejaran karena diduga kabur ke luar Kota," kata AKBP Puji Hendro Wibowo, Sabtu (20/5).

Menurut Kapolres, dari hasil pemeriksaan tersangka, diketahui enam orang tersangka sebelumnya mengintai kendaraan yang mengalami masalah pembayaran kredit. Setelah melihat korban, Edwin Sahroni melintas mengendarai motor Yamaha Mio S-4564-YO, para pelaku langsung memburu korban. Saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP), jalan raya Les Padangan, salah satu dari tersangka sempat menarik motor korban, dan korban terjatuh masuk ke kolong truk gandeng dan terlindas ban belakang hingga tewas di lokasi.

"Dari hasil pemeriksaan, salah satu tersangka sempat menarik motor korban hingga terjatuh dan terlindas truk," jelas Kapolresta.

Selain sudah mengamankan kedua tersangka, barang bukti yang diamankan, di antaranya, motor Yamaha mio nopol S-4564-YO milik korban, motor Yamaha Jupiter Z warna oranye, nopol S-6995-RJ, yang dipakai kedua pelaku.

"Kedua tersangka kita jerat Pasal 359 KUHP, lantaran kelalaian mereka mengakibatkan tewasnya korban. Sedangkan kasus kecelakaan lalu lintasnya, ditangani Satlantas Polres Mojokerto. Keduanya terancam hukuman tujuh tahun penjara," terang AKBP Puji Hendro Wibowo.


photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
 http://adukiukiu.com/
 http://www.inidewa365.org
 https://goo.gl/gPJim5
Share on Google Plus

About sebarkanberita

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.