Pria ini Mendadak Sakit dan Sesak Nafas, Kondisi Tubuhnya Malah Lebih Mengerikan Pascaoperasi

Pria ini Mendadak Sakit dan Sesak Nafas, Kondisi Tubuhnya Malah Lebih Mengerikan Pascaoperasi

SEBARKANBERITA


Pria ini Mendadak Sakit dan Sesak Nafas, Kondisi Tubuhnya Malah Lebih Mengerikan Pascaoperasi

Banyak orang mengatakan kesehatan adalah hal terpenting dalam hidup.

Tanpa kondisi fisik yang pria, seseorang aan terhambat segala aktivitasnya.
Seperti yang dialami oleh seorang pria asal Singapura ini.

Awalnya, kehidupan berjalan normal bagi pria bernama Tang ini.

Dia hidup bahagia dengan sang istri dan sudah dikaruniai seorang anak laki-laki.

Pria berusia 37 tahun ini sehari-hari bekerja sebagai sopir taksi Uber, melansir situs Give.

Kehidupannya berjalan dengan lancar dan bahagia.

Pria ini Mendadak Sakit dan Sesak Nafas

Namun, pada akhir tahun lalu, segalanya berubah saat Tang tiba-tiba jatuh sakit.

Ia merasakan sakit di perut dan sulit bernafas.

Tang pun segera menghubungi sang istri untuk meminta pertolongan.

Mereka akhirnya memesan Uber untuk minta diantar ke Rumah Sakit Umum Singapura.

"Kondisiku sangat buruk, aku juga tidak bisa bernafas, paru-paruku rasanya tak bisa bernafas dengan dalam.

Aku segera dilarikan ke ICU dan dokter mengatakan bahwa aku harus segera dibius agar mereka bisa memasukkan selang pernafasan di tenggorokanku," jelas Tang.

Akhirnya, banyak selang yang dimasukkan ke tubuh Tang.



Ini membuatnya sangat sulit untuk bicara.

Dua Selang juga dimasukkan ke lubang hidungnya.

Satu pipa untuk menyedot cairan kotor di perut, sedangkan pipa lainnya digunakan untuk memasukkan susu ke tubuhnya.

Dokter menjelaskan pada keluarga Tang bahwa pria tersebut mengidap banyak penyakit.

Satu penyakit membuatnya terserang penyakit-penyakit lain.

Setelah dirawat beberapa minggu di ICU, kenyataan paling buruk pun harus ia terima.
"Satu ginjalku tak berfungsi dan aku harus melakukan cuci darah.

Dokter ginjal bahkan mengatakan bahwa ginjalku bisa berfungsi kembali, mungkin tidak."
Tang mengaku merasa khawatir dan takut.

Apalagi usianya masih 37 tahun.

Pada suatu malam, perut Tang tiba-tiba kembung dan rasa sakitnya semakin parah hingga menyerang punggung.


Dokter mendapati pankreas Tang membengkak dan dia harus segera dioperasi.
Tang pun kembali dibawa ke ICU.

Kini 2 selang dimasukkan ke dadanya dan 2 selang dimasukkan ke perutnya.

"Dokter mengatakan bahwa aku sebenarnya berhenti bernafas selama operasi dan aku berhasil selamat saat CPR berulang kali dilakukan."

Tang harus dirawat di rumah sakit selama 5 bulan.

Dia bahkan merasa depresi karena penyakit yang dideritanya.

Untungnya, kondisinya kini semakin membaik.

"Pada 18 Maret, dokter akhirnya mengizinkan aku pulang, memberiku suntikan insulin dan melakukan cuci darah."

Tang mengaku senang bisa pulang ke rumah.

Sayangnya, kondisi Tang kini jadi lemah dan dia kesulitan berjalan.


Demi merawat Tang, sang istri pun harus berhenti bekerja.

Anak mereka kini dirawat oleh sang ibu mertua.

Tang berharap bisa mendapatkan donasi agar bisa membantu istrinya untuk merawatnya.
Malang, kondisinya justru semakin memburuk dan dokter mengkonfirmasi bahwa Tang mengalami gagal ginjal sepenuhnya.

Dia bahkan diperingatkan untuk bersiap menghadapi kenyataan terburul.

Tang kini kembali dirawat di rumah sakit dengan banyak selang terpasang di tubuhnya.


Banyak warga Singapura kemudian melakukan aksi galang dana untuk membantu keluarga Tang.


photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
 http://adukiukiu.com/
 http://www.inidewa365.org
 https://goo.gl/gPJim5
Share on Google Plus

About sebarkanberita

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.