Murid SD Seberangi Sungai Berair Deras Sedalam 1,5 Meter Agar Bisa Belajar

Murid SD Seberangi Sungai Berair Deras Sedalam 1,5 Meter Agar Bisa Belajar

SEBARKANBERITA


Murid SD Seberangi Sungai Berair Deras Sedalam 1,5 Meter Agar Bisa Belajar

MEDAN - Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Desa Ulu Mahuam, Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara (Sumut) ini harus menantang maut untuk dapat belajar di sekolah.

Puluhan siswa tersebut ketika pergi dan pulang sekolah harus menyeberang sungai berair deras selebar 15 meter.

Kedalaman air sungai mencapai 1,5 meter pada saat normal. Nah saat musim hujan tentu kedalaman bertambah.

Yang memprihatinkan, siswa SD tersebut menyeberang menggunakan tali tambang dan harus digendong orang dewasa untuk menyeberang.

Tempat tinggal empat kilometer dari SD 115501 Silangkitang memaksa siswa melintasi sungai deras di areal hutan perkebunan.

Ditambah ketiadaan sarana transportasi angkutan desa serta fasilitas infrastruktur jembatan, menjadikan aktivitas sekolah menjadi lebih mahal bagi mereka.

Tak ada pilihan, jalan alternatif lain akan memperpanjang jarak tempuh menjadi 6 kilometer dengan medan menanjak terjal yang harus ditaklukkan.

Sebagian warga menyisihkan waktu membantu menyeberangkan murid SD ini dengan bantuan tali tambang.

Zulkarnaen Siregar misalnya, terpanggil menggendong para siswa ini menyeberangi sungai deras dengan bantuan tali tambang.

“Kalau volume airnya meningkat karena musim hujan, ya harus dibantu supaya anak anak ini gak terlambat ke sekolah” tuturnya.

Murid yang rata rata masih duduk di kelas 2 dan 3 dipundak bergiliran. Itupun tak membebaskan mereka dari risiko seragam atau peralatan sekolah yang basah terkena air

Kepala Sekolah Dasar 115501 Silangkitang, Siti Fatimah, mengakui sebagian siswanya kerap terganggu mengikuti aktivitas belajar mengajar karena tidak adanya akses jalan.

“Ada yang tinggal di perkampungan jadi harus melintasi sungai. Kadang mereka jadi tak sekolah karena tidak dapat menyeberangi sungai. Jadi kadang mereka ketinggalan belajar," ungkapnya.

Ia berharap pemerintah bisa memasang atau membangun jembatan agar para siswa bisa belajar tanpa harus bingung dan terganggu.

Lihat sekuel foto-fotonya:

 
 


photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
 http://adukiukiu.com/
 http://www.inidewa365.org
 https://goo.gl/gPJim5
Share on Google Plus

About sebarkanberita

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.