Disnaker Kaltim Sediakan 1.355 Lowongan Kerja Pada Job Market Fair

Disnaker Kaltim Sediakan 1.355 Lowongan Kerja Pada Job Market Fair

SEBARKANBERITA


Disnaker Kaltim Sediakan 1.355 Lowongan Kerja Pada Job Market Fair

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar Job Market Fair (JMF) di Aula Kantor Disnakertrans Kaltim, Senin (8/5/2017).

Ajang JMF ini merupakan kesempatan bagi para pencari kerja untuk memperoleh kesempatan bekerja, karena ajang ini mempertemukan perusahaan dan pencari kerja langsung.

Kegiatan JMF rutin digelar Disnakertrans setiap tahun. Tujuannya, mengurangi pengangguran di Bumi Etam. Terlebih, sejak 2015 lalu, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mendera provinsi yang terkenal hasil alam ini.

Data Kementrian Tenaga Kerja pada 2015 lalu, Kaltim berada di peringkat teratas jumlah PHK se Indonesia yang hampir mencapai 10 ribu tenaga kerja.

Kepala Disnakertrans Kaltim Fathul Halim mengatakan, saat ini sudah ada 53 perusahaan yang mendaftar mengikuti JMF 2017. Jumlah lowongan kerja yang tersedia mencapai 1.355 posisi pekerjaan.

"Ini baru data sementara. Kemungkinan masih bisa bertambah," kata Fathul saat dikonfirmasi Tribun, Jumat (5/5/2017) kemarin.

Perusahaan yang mengikuti JMF kali ini bergerak di berbagai sektor. Mulai jasa keuangan, konstruksi, perdagangan dan jasa, serta perhotelan.

Membaiknya harga batu bara juga membuat beberapa perusahaan pertambangan ikut ajang JMF 2017.
"Ada enam perusahaan tambang ikut," ungkap Fathul.

Meski demikian, Fathul mengakui kehadiran JMF belum berpengaruh signifikan mengurangi pengangguran. Hal ini terlihat dari daya serap pencari kerja, yang berhasil mendapatkan pekerjaan melalui JMF.

Tahun 2015 lalu, hanya 354 tenaga kerja yang terserap via JMF, alias tak sampai 20 persen. Padahal, lowongan yang tersedia kala itu mencapai 2.369 posisi.

"Kalau yang ini (JMF 2017) bisa terserap separuh saja dari jumlah lowongan itu, saya sudah bersyukur sekali," ucap Fathul.

Fathul menuturkan, penyebab minimnya serapan tenaga kerja di JMF sangat beragam. Dari sisi perusahaan, pelamar yang ikut di JMF tidak sesuai dengan kualifikasi yang diperlukan. Sedangkan dari sisi pelamar, alasan pun tak kalah beragam.

"Ada yang bilang lokasi kerjanya kejauhan. Ada yang menilai gaji tidak sesuai dengan pekerjaan, dan lain sebagainya. Mungkin pelamar, masih pilih-pilih kerjaan," katanya lagi.
Tidak maksimalnya serapan tenaga kerja ini, diakui Fathul, terjadi di setiap JMF yang digelar Disnakertrans.

Kali ini, Disnakertrans pun memanggil perusahaan peserta JMF. Disnaker meminta perusahaan mempermudah kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan.

"Kita sudah undang perusahaan. Ya kita minta syaratnya diturunkan. Misalnya mengharuskan pengalaman lima tahun, ya diubah jadi dua tahun saja.

Atau bila perlu non-pengalaman, kalau memang pengalaman itu, tidak benar-benar diperlukan," kata Fathul. Selain itu, Fathul juga meminta perusahaan lebih serius memikat tenaga kerja agar tertarik.
"Yang diterima itu dijadikan karyawan tetap dan semacamnya lah. Biar orang tertarik," katanya.

Pun demikian dengan pencari kerja. Fathul berharap, tidak terlalu memilih pekerjaan. Disnakertrans pun memberikan pelatihan kepada pencari kerja, meliputi strategi dalam melamar pekerjaan.



photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
 http://adukiukiu.com/
 http://www.inidewa365.org
 https://goo.gl/gPJim5
Share on Google Plus

About sebarkanberita

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.