, Waspada! Komplotan Pencuri Ganjal Tempat Keluarnya Uang di Mesin ATM Pakai Gunting | Berita Terbaru

Waspada! Komplotan Pencuri Ganjal Tempat Keluarnya Uang di Mesin ATM Pakai Gunting

Waspada! Komplotan Pencuri Ganjal Tempat Keluarnya Uang di Mesin ATM Pakai Gunting

SEBARKANBERITA


Waspada! Komplotan Pencuri Ganjal Tempat Keluarnya Uang di Mesin ATM Pakai Gunting
MANGUPURA - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Badung menangkap empat pelaku pencurian di beberapa ATM yang tersebar di wilayah Badung.

Kendati modus yang digunakannya tergolong sudah konvensional alias lawas, namun dalam tujuh hari beraksi, komplotan pencuri itu mampu beraksi di 7 ATM.

Namun hanya pada dua ATM, aksi mereka berhasil, salah-satunya di ATM BRI di Desa Beringkit, Mengwi, Badung.

Modus aksi mereka adalah dengan mengganjal lubang tipis tempat memasukkan kartu ATM, dan memasang stiker nomor telepon operator palsu di mesin ATM.

Menggunakan baju tahanan, empat pencuri yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu hanya tertunduk ketika dihadirkan dalam gelar perkara oleh Polres Badung, Jumat (3/2/2017) kemarin.
Mereka diamankan di sebuah kontrakan rumah di daerah Tuban, Badung.

Para tersangka adalah Ardi Agustianto (25), Amryansah (20), Nur Alif (22), dan Tedi Fardiansyah (18).

Dari empat pelaku, tiga di antaranya berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan, dan satu berasal dari Samarinda, Kalimantan Selatan.

Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan yang diterima Polres Badung dari pemilik ATM yang rekeningnya dibobol sebesar Rp 5 Juta.

Berdasarkan laporan tersebut, Tim Opsnal Satreskrim Polres Badung yang dipimpin Kanit Intelkam, Iptu Androyuan Elim, bergerak melakukan penyelidikan.

Dari penelusuran di lapangan diperoleh informasi bahwa para pelaku tinggal di daerah Tuban, Kuta Selatan, Badung.

Dalam pemeriksaan diketahui bahwa empat pelaku membagi peran masing-masing dalam menjalankan aksinya.

“Mereka memiliki peran sendiri-sendiri. Intinya, mereka merusak mesin ATM terlebih dahulu, dan kemudian menunggu target datang,” jelas Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Badung, Kompol I Ketut Widiada, dalam keterangan kepada media di Mapolres Badung kemarin.

Dijelaskan Widiada, tersangka Amry bertugas mengganjal mesin ATM dengan potongan kartu menyerupai huruf T, yang tujuannya membuat kartu ATM sulit digunakan atau tersendat.

Selain itu, Amry juga memasukkan gunting kecil pengganjal di lubang keluarnya duit di mesin ATM, serta menempel sebuah stiker yang bertuliskan `Hubungi Operator ATM Jika Ada Masalah` di mesin ATM.

Nomor operator yang dicantumkan itu sebetulnya adalah nomor HP pelaku lainnya, yakni Ardi Agustianto.

Tatkala pemilik ATM mengalami kesulitan untuk memasukkan kartunya (karena terganjal potongan kartu menyerupai huruf T itu), giliran tersangka Nur Alif yang  menjalankan aksinya.

Nur Alif akan mendatangi pemilik ATM, dan mengarahkannya untuk segera menghubungi nomor operator yang ada pada stiker, yang telah dipasang di mesin ATM.

Di luar bilik ATM, tersangka Tedi Fardiansyah memiliki tugas untuk standby di atas sepeda motor dan mengawasi Nur Alif dalam melancarkan aksinya.

Jika aksi Nur Alif tidak berhasil, maka Tedi akan mengambil peran, yakni siap membonceng Nur Alif untuk melarikan diri.

Baca juga : Hati-hati Modus Penipuan Jual Hape Ternyata Keramik Lantai, Meskipun COD

Setelah korban menghubungi nomor operator palsu tersebut, selanjutnya tersangka Ardi Agustianto (yang menerima telepon) akan datang ke bilik ATM, dan mengaku sebagai pegawai bank.

Kemudian Ardi akan mengambil ATM korban yang tersendat di mesin ATM, layaknya dia petugas bank.

Setelah mengambil kartu, Ardi meminta nomor PIN ATM korban. Berbekal nomor PIN tersebut, tersangka Ardi lantas menarik duit korban di mesin ATM.

Karena lubang keluarnya duit di ATM sudah diganjal gunting, maka lubang itu tidak membuka saat duit dari ATM berproses keluar.

Oleh tersangka, hal itu diberitahukan ke korban bahwa mesin ATM mengalami masalah.
Nah, ketika korban pergi, duit yang sebetulnya sudah berproses keluar tapi terganjal di ujung lubang keluarnya duit itu akhirnya diambil oleh tersangka.

“Ada seorang korban yang terbobol duitnya Rp 5 juta. Itu diketahui karena korban mendapatkan notifikasi atau pemberitahuan tentang adanya penarikan lewat SMS,” kata Widiada.

Ia menduga empat pelaku sengaja menyasar Bali sebagai target. Sebab, menurut pengakuan para tersangka, mereka sudah berusaha membobol duit dari 7 unit ATM di Badung saja selama 7 hari berada di Bali.

“Selama tujuh hari di Bali, mereka sudah mencoba beraksi di tujuh ATM,” imbuh Widiada.
Namun, hanya di dua TKP (Tempat Kejadian Perkara), mereka berhasil mengecoh korbannya dan mendapatkan duit.

Hasil pencurian dibagi secara merata oleh para pelaku untuk membiayai keperluan sehari-hari mereka.

Dari hasil penangkapan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 5 lembar stiker yang bertuliskan nomor operator atau call centre palsu,  8 buah kartu ATM berbagai bank seperti BRI, BNI, dan BCA.

Juga disita sebuah gunting untuk membuat pengganjal kartu di mesin ATM, satu buah potongan kartu berbentuk huruf T, satu buah baju kaos berwarna putih, satu buah sweater hitam, 1 buah alat berupa besi yang digunakan untuk mencongkel/merusak mesin ATM, dan uang sebesar Rp 1,650 juta yang merupakan sisa dari hasil pencurian.

Dikatakan Widiada, polisi terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Sebab, diduga komplotan ini memiliki pemimpin yang masih berkeliaran dan berada di luar Bali.

“Kami sedang melakukan pengembangan, karena diduga sang pemimpin masih berada di Jakarta. Kami akan kejar dia,” tandas Widiada yang mantan Kapolsek Ubud ini.





zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: