, Gadis 17 Tahun Dibekuk di Bandara Ngurah Rai, Ternyata Ada Ratusan Barang Ilegal Dalam Tisu Basah Bagasinya! | Berita Terbaru

Gadis 17 Tahun Dibekuk di Bandara Ngurah Rai, Ternyata Ada Ratusan Barang Ilegal Dalam Tisu Basah Bagasinya!

Gadis 17 Tahun Dibekuk di Bandara Ngurah Rai, Ternyata Ada Ratusan Barang Ilegal Dalam Tisu Basah Bagasinya!

SEBARKANBERITA


Gadis 17 Tahun Dibekuk di Bandara Ngurah Rai, Ternyata Ada Ratusan Barang Ilegal Dalam Tisu Basah Bagasinya!

DENPASAR- Personel Kantor Imigrasi (Kanim) Ngurah Rai, Bali mengamankan seorang gadis berinisial I (17).

Gadis belia ini terlibat sindikat penyelundupan bibit lobster internasional yang dipimpin oleh pelaku berinisial D.

Gadis ini nekat menyelundupkan ratusan bibit lobster ke Singapura lewat Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Sabtu (4/2/2017).

Diketahui sang gadis juga telah menjadi buronan Bareskrim Mabes Polri karena kegiatan sindikat tersebut.

Bibit lobster tersebut ditaruh dalam tisu basah kemudian dibungkus rapi dengan plastik dan dimasukkan ke dalam bagasi.

“I (17) berangkat hari Sabtu (4/2/2017), dan sudah sempat lewat dari pantauan imigrasi. Setelah lewat barulah ada info dari Bareskrim  untuk mencegahnya agar tidak berangkat ke Singapura,” ujar Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno.


Pihak Imigrasi pun melakukan pendalaman untuk mengetahui negara tujuan sang gadis.
Diketahui I telah mendarat di Bandara Internasional Changi, Singapura.

Pihak Imigrasi pun melakukan komunikasi dengan otoritas Singapura untuk melarang gadis itu masuk ke Singapura.

“Pelaku ternyata sudah mendarat di Changi, kemudian kami berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Singapura untuk mencekal I agar tidak lolos,” ucap Agung.

Sang gadis dipulangkan kembali ke Bandara Ngurah Rai, Bali.

Sesampainya di Bali, pihak Imigrasi Ngurah Rai bersama pihak kepolisian dan karantina ikan langsung mengamankan I serta menggeledah tas yang berada di boarding gate.

Dalam pemeriksaan itu ditemukan ratusan bayi lobster yang dikemas rapi dalam plastik.

“Ada ratusan bayi lobster kelas I berhasil kami gagalkan, dan di luar negeri hewan ini jika sudah besar harganya mahal,” ucap Agung.

Sang gadis digiring ke Mapolda Bali untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait sindikat internasional yang melibatkan dirinya.

Hingga berita ini diturunkan, Tim sebarkanberita.com belum berhasil mendapat konfirmasi terkait kelanjutan pengusutan kasus berskala internasional tersebut di Mapolda Bali.

Ukuran Lobster di Bawah 8 cm Dilarang Keras Dibawa Keluar Daerah!

Sebelumnya, Penanggung Jawab Balai Karantina Ikan Kelas I Denpasar Wilker Gilimanu, Hidayat Husaini menjelaskan perdagangan lobster jenis mutiara ini dilarang lantaran melabrak Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No. 1/Permen - KP/2015 tentang Penangkapan Lobster (Panulirus Spp), Kepiting (Scylla Spp) dan Rajungan (Portunus Pelagicus Spp).

Dalam aturan ini disebutkan bahwa lobster jenis ini boleh dilalulintaskan setelah ukurannya mencapai 8 cm (panjang kerapas) dan dalam kondisi tidak sedang bertelur.

Sedangkan yang diamankan petugas saat ini ialah benih lobster yang sudah jelas-jelas menyalahi aturan.

"Tindaklanjutnya memang harus dilepasliarkan di habitat aslinya sesuai Permen KP itu. Untuk pidananya ini akan dijerat dengan UU No.45 Tahun 2009 Tentang Kelautan dan Perikanan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda sebesar Rp 1,5 miliar," ujarnya.

Lobster mutiara merupakan jenis lobster kualitas unggulan yang kebanyakan dikirim dari daerah Lombok dan diekspor ke negara-negara di Asia Tenggara.

Harga benihnya terbilang cukup mahal, mencapai Rp 26.000 per ekor.

Jika sudah berukuran dewasa lobster mutiara ini mampu menembus angka Rp 400.000 - Rp 700.000 per kg.


zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: