, Dibalik Tewasnya Kakak Kim-Jong-Un, Pelakunya Adalah WNI Cantik Ini? | Berita Terbaru

Dibalik Tewasnya Kakak Kim-Jong-Un, Pelakunya Adalah WNI Cantik Ini?

Dibalik Tewasnya Kakak Kim-Jong-Un, Pelakunya Adalah WNI Cantik Ini?

SEBARKANBERITA


Dibalik Tewasnya Kakak Kim-Jong-Un, Pelakunya Adalah WNI Cantik Ini?


Kakak tiri dictator Korut, Kim Jong-un yang bernama Kim-Jong Nam, tewas terbunuh saat berada di Malaysia. Dipastikan, pembunuhnya adalah seorang wanita. Namun apakah benar jika wanita tersebut berstatus WNI?

Kemlu Indonesia Mengkonfirmasi pembunuhnya adalah WNI setelah Kedutaan besar Indonesia Kuala Lumpur, mencocokan hasil data paspor pelaku dengan data di KBRI.

"KBRI sudah melakukan verifikasi dan berdasarkan data sementara yang ada di KBRI, wanita tersebut berstatus WNI," kata Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI), Lalu Muhammad Iqbal pada Kamis (16/2).

Iqbal, yang berbicara saat ditemui di kantornya di bilangan Jakarta Pusat juga kembali menyatakan, KBRI Kuala Lumpur telah meminta akses kekonsuleran kepada otoritas Malaysia, agar bisa bertemu dengan WNI terduga pelaku pembunuhan.

BACA JUGA : Dua Agen Wanita Cantik Korea Utara Bunuh Saudara Tiri Kim Jong Un di Bandara Malaysia.

Saat ini, papar Iqbal, tim dari KBRI Kuala Lumpur telah bertolak menuju Selangor untuk bertemu dengan WNI itu. KBRI juga sudah menunjuk pengacara yang akan mendampingi terduga pelaku.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Polisi Diraja Malaysia Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu Bakar mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa wanita dengan paspor Indonesia itu telah ditangkap hari ini atas dugaan terlibat pembunuhan kakak tiri Kim Jong-un.

Jejak WNI Pembunuh Kim Jong Nam, Pernah Kerja Konveksi di Tambora, Lalu Selingkuh di Malaysia

JAKARTA - Kekacauan rumah tangga Siti Aisyah (24) dan Ajun terjadi tak lama setelah mereka menikah.

Saat itu keduanya memilih bekerja sebagai TKI di Malaysia. Rupanya Siti selingkuh dengan seorang pria kaya raya di Malaysia.

Siti menghilang sampai Ajun kebingungan mencari Siti dan memilih pulang ke Indonesia.
Cerita itu masih terekam jelas di ingatan warga Gang Kacang, RT 5/3, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Di lingkungan itu Siti sempat bekerja beberapa tahun di sebuah rumah konveksi milih Koh Asiu. Lalu kemudian menikahi anak Koh Asiu bernama Ajun.

"Saat itu rumah konveksi milik Koh Asiu membuat jaket-jaket," kata Yanti (39), yang rumahnya persis di seberang rumah konveksi itu.

Yanti tak ingat persis kapan Siti mulai bekerja di rumah konveksi itu.

"Siti itu dulu dikenal disini sebagai eneng. Ya dia memang dipanggilnya eneng-eneng begitu," ujar Yanti kepada Wartakotalive.com, di lokasi.


Yanti menyebut Siti sebagai wanita pendiam. Tapi perempuan-perempuan muda disana mengingat Siti sebagai wanita sombong.

Mereka kesal lantaran Siti tak pernah menyapa balik saat disenyumi atau dipanggil.

Seingat Yanti, Siti dulu berbadan agak gemuk dengan pipi berlemak. "Bulat begitu seingat saya pipinya eneng dulu mah," kata Yanti.

Siti bekerja di bagian dalam konveksi dan tinggal di rumah konveksi itu setiap hari. Dia tidur di lantai 2. Sedangkan pekerja konveksi lainnya tak tinggal disitu.

"Dulu Siti tidur di lantai 3. Ajun dan ibunya tinggal di lantai 2. Sedangkan lantai 1 dipakai untuk mengerjakan konveksi," ucap Yanti.

Beberapa tahun setelah Siti bekerja, rupanya dia berpacaran dengan Ajun, anak pemilik usaha konveksi.

Keduanya kemudian dinikahkan di kampung halaman Siti di Serang, Provinsi Banten. Mereka kemudian memiliki seorang anak bernama Rio.

Setelah menikah dan punya anak, Ajun memilih tak ikut mengelola usaha ayahnya lagi.
Dia memilih berusaha sendiri bersama Siti. Keduanya memilih menjadi TKI di Malaysia. Anaknya yang belum bisa jalan mereka titipkan di Ibunda Ajun.

Ketika itu usaha konveksi masih beroperaai dan pengelolaannya dilanjutkan oleh ibunda Ajun. Sambil mengurus anak Siti dan Ajun.

Kacau

Hanya beberapa tahun Pasutri itu sama-sama bekerja di Malaysia, kekacauan sudah terjadi.
Siti disebut berselingkuh dengan seorang pria kaya raya di Malaysia. Siti menghilang di Malaysia.
Ajun yang bingung kemudian pulang ke rumah konveksi mencari Siti. Berharap istrinya pulang.

Tapi saat Ajun pulang, Siti tak ada. Ajun mengumbar cerita perselingkuhan Siti di Malaysia kepada warga disana.

Suatu saat orangtua Siti sempat datang ke rumah konveksi untuk merujuk Siti dan Ajun.
Tapi ternyata Siti tak mau dan memutuskan berpisah dengan Ajun. Setelah itu Siti kembali ke Malaysia.

Sedangkan Ajun menikahi seorang wanita asal Kalimantan dan pindah kesana. Anak Siti dan Ajun kemudian dirawat oleh Ajun.

Dijual

Usai rumah tangga Ajun berantakan,sekitar 3 tahun lalu rumah konveksi milik ayah Ajun, Koh Asiu pun bangkrut.

Rumah konveksi itu masih ada sampai kini. Terhimpit di pemukiman padat penduduk yang ramai anak kecil.


Bangunannya terdiri dari 3 lantai. Catnya berwarna merah dengan teralis dan pintu besi menutupi seluruh bangunan, jendela, dan pintu.

Anas (23), seorang pekerja konveksi, menceritakan, rumah konveksi itu kini dimiliki oleh Koh Semi.
Anas menceritakan, koh asiu tadinya memang mengelola beberapa konveksi.

Pemilik modalnya Koh Semi. Koh Asiu hanya diminta mengurusi usaha-usaha konveksi itu.
Termasuk rumah konveksi di Gang Kacang itu sebenarnya milik Koh Semi. Koh Asiu hanya mengelolanya saja.

"Jadi saya ini juga anak buah koh asiu. Tapi saya tak kenal eneng, sebab saya masuk kesini baru 3 tahun lalu," ucap Anas, Kamis (16/2/2017) malam.

Sekitar 3 tahun lalu Koh Semi mengembalikan pengelolaan rumah konveksi di gang kacang itu ke Koh Semi.

Seluruh pekerja pun kini berada dibawah kendali Koh Semi. Sedangkan Koh Asiu memilih pindah dan tak lagi mengelola konveksi.

zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: