, Sukses Berkarir di Masa Muda, Sejahtera di Waktu Tua | Berita Terbaru

Sukses Berkarir di Masa Muda, Sejahtera di Waktu Tua

Sukses Berkarir di Masa Muda, Sejahtera di Waktu Tua

SEBARKANBERITA


Sukses Berkarir di Masa Muda, Sejahtera di Waktu Tua

JAKARTA - Laman Wall Street Journal pernah mencatat kekhawatiran terbesar para pegawai ialah kecukupan dana hidupnya di masa tua.

Hal serupa juga digambarkan, salah satu survei dan pemberitaan di media nasional beberapa tahun lalu yang menyatakan hanya satu dari sepuluh orang Indonesia yang siap pensiun.

Kondisi ini, tentu pernah terbesit dipikiran para pekerja mulai dari usia produktif hingga usia pensiun.
Namun sayangnya, kebanyakan dari mereka baru mulai melakukan persiapan masa pensiun di usia-usia mendekati masa pensiunnya.

Berbeda dengan anak-anak muda yang sukses berkarir tetapi cenderung lupa memikirkan perencanaan keuangannya dimasa depan.

Aidil Akbar, perencana keuangan dari Akbar Financial Check Up, mengatakan, masyarakat Indonesia tahu bahwa mereka membutuhkan perencanaan finansial untuk jangka panjang, tetapi selalu menunda-nunda.

“Mereka menunda karena tidak ada hal terkait yang membuat mereka terkejut,” kata Aidil.

Penundaan kaum muda terhadap rencana finansial mereka seringkali didasari ketidakpahaman dan ketidaktahuan manfaat dari investasi itu sendiri. Seringkali muncul di benak mereka, “untuk apa dan mengapa harus berinvestasi”?

Baca juga : Teman Kerja Anda Iri Kepada Anda ? Ini Cara Menghadapinya!

Menjawab pertanyaan diatas, perlu dipahami kegunaan dana pensiun dari DPLK atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan adalah cara pertama yang bisa dilakukan untuk persiapan masa tua dengan keadaan yang lebih layak.

Para pekerja harus mengerti bagaimana proses DPLK dilakukan dari saat pekerja masih aktif bekerja, saat berhenti bekerja dan setelah pensiun.

Pada beberapa perusahaan, DPLK seringkali diberikan kepada karyawan. Tapi bagaimana bila mereka tidak mendapatkannya? Apa yang harus pekerja lakukan untuk menghadapi masa pensiun nanti?
Belum lagi, ketika kita tidak bekerja lagi, kita tak lagi mendapatkan pemasukan tetap, padahal dana yang harus dikeluarkan untuk kehidupan sehari-hari sangat besar.

Kedua, kita bisa mengakumulasi dana besar jika kita memiliki waktu yang panjang, sehingga semakin ringan investasi rutin yang harus disisihkan setiap bulannya.

Ketiga, semakin panjang waktu persiapan, kemungkinan memanfaatkan instrumen investasi saham atau investasi berisiko yang menghasilkan imbal hasil investasi tinggi, semakin terbuka.
Kebutuhan persiapan pensiun sebetulnya harus dilakukan oleh semua orang karena akan ada masa setiap orang memasuki periode yang tidak lagi produktif.

Menariknya, ketika seseorang sadar akan kebutuhan pensiun pada usia muda (sejak umur 20-an atau awal 30-an), kebutuhan pensiun tersebut akan memicu seseorang belajar meningkatkan literasi keuangan dirinya, belajar perencanaan keuangan dan juga belajar investasi.

Kesadaran persiapan pensiun juga menjadi pintu masuk bagi seseorang belajar investasi. Ia memahami dengan berinvestasi masa depan jadi lebih baik.

Edukasi investasi menimbulkan kesadaran perlunya mempersiapkan dana pensiun. Edukasi ini akan menolong masyarakat terhindar dari pemborosan, serta secara sadar, ia harus menabung dan berinvestasi.

Tak hanya itu, rencana investasi bisa membantu mewujudkan mimpi-mimpi Anda kelak, seperti rencana naik haji.

Mempunyai asuransi dikala muda lebih menguntungkan dibanding memulainya ketika memasuki usia yang lebih lanjut. Oleh sebab itu, rencanakan lebih keuanganmu sedini mungkin melalui perusahaan asuransi di Indonesia yang memiliki pengalaman luas dan lama di bidangnya.

Pilihlah perusahaan asuransi yang hadir menjadi sahabat dan membantu Anda menemukan solusi perencanaan keuangan disertai ragam program asuransi sesuai dengan kebutuhan Anda di masa depan, seperti yang dilakukan AXA Mandiri dan AXA.

Rencanakan keuangan mulai dari sekarang sehingga Anda bisa hidup tenang saat ini hingga pensiun kelak.



zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: