, Kesal karena BAB dan Menangis, Dua Sejoli Bunuh dan Buang Balita di Jalan Asahan | Berita Terbaru

Kesal karena BAB dan Menangis, Dua Sejoli Bunuh dan Buang Balita di Jalan Asahan

Kesal karena BAB dan Menangis, Dua Sejoli Bunuh dan Buang Balita di Jalan Asahan

SEBARKANBERITA


Kesal karena BAB dan Menangis, Dua Sejoli Bunuh dan Buang Balita di Jalan Asahan

Simalungun – Vika Damanik dan Tri tega membunuh Deeva Zahara Tampubolon yang masih 14 bulan disebabkan kekesalan Tri karena Deeva menangis dan BAB.

Kedua pelaku yang merupakan pasangan ‘kumpul kebo’ ini sudah diamankan di Mapolsek Bangun, Selasa (24/01/2017). Pada pertengahan Desember 2016, orangtua Diva dikenalkan oleh tetangga kepada Vika dan Tri untuk menjadi pengasuh bayi/baby sitter Deeva.

Setelah hampir sebulan Deeva dirawat oleh Vika dan Tri dengan dititipkan saat orangtuanya bekerja di cafe. Pada Kamis (19/1/2017), Genesis dan Vina yang baru pulang bekerja, mendatangi kediaman Vika dan Tri untuk menjemput Diva.

Mayat Bayi Ditemukan Membusuk di Jalan Asahan

Namun, Vika dan Tri tidak ditemukan lagi di rumahnya. Begitu pula dengan Deeva. Melihat hal itu, keduanya kemudian bertanya keberadaan Deeva kepada warga sekitar, namun mereka tak tahu.

Suharman Draha alias Tri mengaku membunuh bayi perempuan itu lantaran kesal melihat Diva buang air besar (BAB) dan menangis.

Menurut pengakuannya, hari itu, Kamis (19/1/2017) pacarnya Vika yang selama ini menjadi baby sitter pergi bekerja dan meningalkannya di kamar kos-kosahnya bersama bayi pasangan Genesis Tampubolon dan Fina Nasution itu.

Ketika seorang diri mengasuh Deeva, tiba-tiba Deeva buang air besar. Meski cukup kesal, namun Tri masih membersihkan kotoran bayi itu.

Selang beberapa jam kemudian Deeva merengek-rengek hingga membuat Tri semakin emosi. Tri pun mengangkat kaki Deeva ke atas lalu menghempaskan kepela Deeva ke lantai.

Tak sampai di situ, Tri juga membekap hidung Deeva dan mencekiknya hingga meninggal dunia.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Bangun Iptu Juny mengatakan,
setelah mengetahui Deeva tewas, Tri menjemput Vika ke tempatnya bekerja.

Baca juga : Ibu dan Anak Diperkosa , Dikarungi Lalu Dibenamkan Kelumpur Hingga Tewas

Sesampainya di kamar kos-kosan, Suharman Draha memberitahukan
kalau Deeva telah tewas karena dianiayanya. Bila sempat terkejut mendengar penuturan teman kumpul kebonya itu.

Bahkan Vika sempat bermaksud memeberitahukan hal itu kepada orangtua korban. Hanya saja , Tri melarangnya. Vika pun mencoba memberikan pertolongan pertama dengan mengoleskan minyak angin ke hidung Deeva. Namun Deeva sudah tak terlong lagi.

Kedua pasangan ini tak langsung membuang mayat Deeva. Keduanya terlebih dahulu menunggu pagi dan sempat tidur dengan mayat Deeva.

Kersokan harinya mereka meminjam sepeda motor Yamaha Jupiter milik Zuliandi dengan alasan untuk mengecek kandungan Vika. Tak hanya sepeda motor saja yang mereka larikan, HP android milik teman mereka juga bawa kabur hingga ke Duri.

“Keduanya kita tangkap di rumah orang tuanya yang terletak di Desa Kasam Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Propinsi Riau. Rencananya mereka akan menikah dinsana dan sudah menjumpai beberapa tokoh agama untuk melangsungkan pernikahan mereka,” jelas Iptu Juny.


zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: