, Keputusan Trump Bikin Google Kecewa, Mark Zuckerberg pun 'Curhat' di Facebook | Berita Terbaru

Keputusan Trump Bikin Google Kecewa, Mark Zuckerberg pun 'Curhat' di Facebook

Keputusan Trump Bikin Google Kecewa, Mark Zuckerberg pun 'Curhat' di Facebook

SEBARKANBERITA


Keputusan Trump Bikin Google Kecewa, Mark Zuckerberg pun 'Curhat' di Facebook

Raksasa teknologi AS, Google, terpaksa memulangkan para karyawannya di luar AS akibat kebijakan imigrasi baru Trump.

Sabtu (28/1), Presiden AS Donald Trump resmi menandatangani perintah eksekutif terkait pembatasan pengungsi dan imigran ke AS.

Sekitar 187 karyawan Google yang dikirim dari AS ke luar negeri kemudian diminta untuk pulang atas diberlakukannya larangan imigran masuk AS. Permintaan datang dari CEO Google Sundar Pichai, yang dikirim melalui memo.

"Sedih melihat ada hal personal yang harus dibayar staf-staf Google akibat perintah eksekutif tersebut," demikian isi pesan Sundar Pichai pada para stafnya.

"Upaya utama kami sekarang adalah membantu para staf Google yang terdampak kebijakan tersebut," lanjut Sundar Pichai dalam pesannya itu.

Dalam pernyataannya, Sundar Pichai juga memprotes kebijakan Trump tersebut, yang menurutnya dapat membatasi urusan bisnis-bisnis Google di luar AS.

"Kami kecewa atas dampak yang dihasilkan oleh kebijakan yang malah jadi membatasi para staf Google dan keluarganya," jelasnya.

Baca juga : Wajah Pria Ini Nyaris Tak Berbentuk Setelah Ditampar Harimau.

"Kebijakan itu juga bisa menjadi tembok penghalang bagi AS untuk menyedot orang-orang berbakat di luar sana," tambah Sundar Pichai.

Protes soal kebijakan itu tak hanya datang dari Google, tapi juga dari perusahaan-perusahaan besar teknologi lain seperti Facebook dan Apple.

Dalam pernyataannya, CEO Apple, Tim Cook mengatakan Apple tidak akan ada seperti sekarang ini tanpa adanya akses imigrasi.

"Saya dengar banyak yang khawatir dengan perintah eksekutif soal larangan terhadap imigran dari tujuh negara mayoritas muslim. Saya juga demikian dan kebijakan itu tidak kami dukung," katanya.
Sedangkan, CEO Facebook Mark Zuckerberg menyebutkan keberagaman latar belakang keluarganya sebagai imigran melalui sebuah postingan di Facebook yang memprotes kebijakan Trump.

"Amerika Serikat adalah negara imigran dan seharusnya kita bangga akan hal itu," tulis Mark Zuckerberg.




zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: