, Istri Biro PLN Jadi Korban Perampokan Sadis Wajah Di Sayat Dan Tubuh Penuh Luka Tebasan. | Berita Terbaru

Istri Biro PLN Jadi Korban Perampokan Sadis Wajah Di Sayat Dan Tubuh Penuh Luka Tebasan.

Istri Biro PLN Jadi Korban Perampokan Sadis Wajah Di Sayat Dan Tubuh Penuh Luka Tebasan.

SEBARKANBERITA


Istri Biro PLN Jadi Korban Perampokan Sadis Wajah Di Sayat Dan Tubuh Penuh Luka Tebasan.

LIMAPULUH KOTA – Suara jeritan minta tolong dari rumah yang dihuni pasangan suami istri, Alias atau Ujang (45) dan Juria (42), membuat warga Jorong Sopang, Nagari Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, terkejut. Suara itu memecah kesunyian subuh, Rabu (25/01/2017) sekitar pukul 04.00 WIB. Belum hilang kaget warga, mereka melihat suami istri tersebut dengan tangan terikat, mulut dilakban dan badan berlumuran darah.

Mengerikan. Darah segar nampak mengalir deras dari bagian wajah Juria. Ibu rumah tangga ini terus menjerit, menahan sakit. Sayatan pisau nampak jelas di wajah dan bagian tubuhnya. Matanya sudah lebam dan biru. Sementara kondisi sang suami, tidak jauh beda. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai biro PLN itu, terluka di bagian wajah, tangan dan perut nampak bekas diinjak-injak.

”Tolong… tolong… Ada rampok, anak kami.. anak kami,” begitu kalimat yang sempat dilontarkan Ujang. Sementara istrinya sudah sangat lemah. Melihat kondisi tersebut, warga langsung melarikan korban ke Puskesmas Pangkalan.

Kepala Jorong Sopang, Nagari Pangkalan, Syafrizal, di lokasi yang berada di pinggir jalan Sumbar-Riau atau sekitar 20 meter dari RM Rangkiang, mengungkapkan jika keluarga Ujang dirampok. Akan tetapi, korban tidak tahu siapa para pelaku, karena saat beraksi pelaku memakai penutup kepala.

”Kami menemukan keluarga Ujang bersama istri dan anaknya dengan kondisi mengerikan. Wajah istri pak Ujang sudah tersayat. Darah nampak muncrat,” ungkap Syafrizal.

Sedangkan tubuh putrinya nampak berdarah dan menahan sakit. Putri kecil Ujang dan Juria itu terlihat trauma dan ketakutan. Di leher murid kelas V Sekolah Dasar (SD) itu, nampak bekas cekikan.
Di Puskesmas, pasangan suami istri ini mendapat perawatan intensif. Wajah Juria mendapat sekitar enam jahitan. Begitu juga dengan tangannya. Sedangkan Ujang mendapat jahitan akibat luka sayat diduga terkena pisau pelaku.

Pengakuan Ujang di Puskemas, ia tak menyangka jika rumahnya dimasuki perampok. Pasangan suami istri ini tak tahu siapa para pelaku. Diperkirakan berjumlah empat orang.

”Saya berusaha melawan ketika mengetahui ada rampok di dalam rumah. Perampok mengambil sejumlah perhiasan emas,” ungkap Ujang.

Baca juga : Pelaku pembunuhan mahasiswi Akper saat diintip tetangga belum pakai celana!

Perampokan berdarah di Subuh buta itu, berawal ketika perampok mengetuk pintu rumah korban. Karena tidak menaruh curiga, korban Juriah membukan pintu bagian depan untuk tamu. Namun, setelah pintu terbuka, pelaku langsung merebut gelang di salah satu tangan korban.

Untuk memuluskan aksinya tersebut, pelaku menodongkan pisau ke arah korban. Tidak mau menyerah begitu saja dengan pelaku, korban berupaya melakukan perlawanan dengan merebut pisau yang ditodongkan kepadanya.

Mendengarkan suara gaduh, sang suami Juriah, Ujang mendekati asal suara istrinya. Begitu melihat istrinya tengah terancam, ia berupaya melakukan pertolongan. Namun sayang, pelaku lebih dahulu memukul kepala Ujang.

Kalah kekuatan, pasangan suami istri ini menyerah. Para perampok langsung mengikat tangan dan melakban mulut korban. Juriah yang terkena sayatan dari pisau pelaku saat itu terlihat lemah. Akibatnya, perampok berhasil membawa kabur perhiasan emas milik korban.

”Korban mengalami kerugian sekitar Rp10 juta. Kami memperkirakan pelaku berjumlah empat orang. Ini kita dapat dari keterangan korban dan keterangan sejumlah saksi,” ungkap Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Bagus. S melalui Kapolsek Pangkalan Iptu Kalbert Junaidi, Rabu (25/01/2017).

Kemarin, penyidik Satreskrim Polres Limapuluh Kota dan juga Polsek Pangkalan sudah berada di lokasi kejadian. Rumah korban juga sudah dipasang police line. Terlihat Wakapolres Limapuluh Kota Kompol Iwan Ariyandi, Kasat Lantas AKP Riko Syaputra, Kasat Narkoba Iptu Zulhandri, Kasat Reskrim Dicky Partopan Bahril. Untuk mencari barang bukti, polisi membawa anjing pelacak.

”Pelaku dalam melancarkan aksinya memakai penutup wajah. Keempat pelaku diduga menggunakan satu mobil dan sepeda motor melarikan diri ke arah Payakumbuh,” sebut Iptu Kalbert.

Rawan Perampokan

Sementara itu, Kepala Jorong Syafrizal menyebut, perampokan atau pencurian dengan kekerasan di Jorong Sopang terjadi bukan kali pertama. Sebelum banjir dua minggu lalu, tepatnya Rabu malam, salah seorang warga bernama Nurmaluis (51) yang tinggal di rumahnya sebatang kara mengalami perampokan.

Saat itu kalung emas seberat 15 emas yang dipakai di leher saat tidur di kamar direnggut paksa oleh perampok yang masuk dalam rumah. Nurmaluis melawan dengan perampok.

”Sekitar tiga pekan lalu, juga ada pencurian dengan kekerasan terhadap warga. Saat itu, ibu-ibu yang tinggal sebatang kara dan memiliki emas diambil paksa perampok. Beruntung tidak ada luka serius yang dialami ibu,” jelas Syafrizal.


zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: