, Hati-Hati! Sering di Ruangan Ber-AC ? Waspadai Tujuh Penyakit Ini | Berita Terbaru

Hati-Hati! Sering di Ruangan Ber-AC ? Waspadai Tujuh Penyakit Ini

Hati-Hati! Sering di Ruangan Ber-AC ? Waspadai Tujuh Penyakit Ini

SEBARKANBERITA


Hati-Hati! Sering di Ruangan Ber-AC ? Waspadai Tujuh Penyakit Ini

Pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC) banyak dipilih masyarakat yang tinggal di lingkungan bersuhu tropis untuk menyejukkan ruangan. Selain itu berbagai teknologi yang disematkan dalam AC juga bisa menyaring udara di dalam ruangan dari debu dan kotoran.

Tapi ternyata menghabiskan banyak waktu dalam ruangan ber-AC menimbulkan masalah baru bagi kesehatan. Bahkan ada tujuh masalah kesehatan yang mengintai mereka yang tinggal di sebuah rumah berpendingin.

Apa saja tujuh masalah kesehatan tersebut ? Simak penjelasannya :

Sinusitis
Menurut para ahli, menghabiskan waktu lebih dari empat jam sehari di ruangan ber-AC dapat memicu timbulnya sinusitis. Udara bersuhu rendah ditengarai dapat memicu pengerasan kelenjar lendir sehingga menyebabkan sinusitis.

Kecapekan
Terlalu lama mendekam di ruangan ber-AC juga dapat membuat fisik seseorang menurun yang ditandai dengan gejala mudah capek. Jadi, perhatikan lagi durasi untuk berlama-lama berada di ruangan berpendingin.

Mudah terinfeksi virus
Menghabiskan banyak waktu di ruangan ber-AC juga menempatkan Anda pada risiko tinggi tertular virus dari orang lain di area yang sama. Virus yang paling sering tersebar adalah influenza dan biasanya menular dari satu orang ke orang lainnya dalam waktu relatif cepat.

Mata kering
Berada dalam waktu yang lama di ruangan ber-AC juga dapat menyebabkan masalah pada indra penglihatan Anda. Mata menjadi mudah kering dan menyebabkan iritasi.

Kulit bersisik
Masalah kullit kering dan bersisik juga paling banyak dialami mereka yang terlalu lama berada di ruangan ber-AC. Hal ini karena suhu yang rendah membuat kandungan air di dalam kulit menguap. Pastikan untuk selalu menggunakan pelembab saat berada di ruangan ber-AC.

Alergi
Meski berperan menghasilkan udara yang bersih selama proses penyaringan, AC juga harus dijaga kebersihannya. Perawatan AC penting dilakukan secara rutin agar sirkulasi udara yang dihasilkan tetap terjaga kebersihannya. Pasalnya, udara yang kotor dapat memicu alergi pada sebagian orang.

Menurunkan sistem kekebalan tubuh
Penelitian menunjukkan, orang yang terpapar AC lebih lama memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Tubuh pun pada gilirannya akan lebih rentan jatuh sakit.

Selain itu Berada Dalam Ruangan AC Ternyata Bisa Menyebabkan Penuaan Dini loh , ini penjelasannya :


Gaya hidup aktif merupakan ciri wanita Indonesia masa kini. Sebagian besar wanita aktif berprofesi sebagai pegawai kantoran.

Lebih dari delapan jam sehari, mereka menghabiskan waktunya di ruangan kantor yang ber-AC  dengan duduk depan komputer.

Pada kondisi inilah, wanita aktif tidak hanya butuh stamina fisik yang prima, tetapi juga kulit yang sehat.

Banyak faktor yang menyebabkan dehidrasi kulit, salah tiganya seperti, udara kering (kelembapan udara rendah), kurangnya asupan cairan, dan berkurangnya NMF pada kulit.
Disadari atau tidak, beragam aktivitas mulai dari di rumah, kendaraan hingga di kantor, semuanya dilengkapi dengan fasilitas pendingin udara  (AC).

Kelembapan udara di ruang AC lebih rendah berkisar 30-60%, sedangkan kelembapan udara di Indonesia 50-100%.

Menurut Goad N dan Gawkrodger DJ dalam penelitiannya  berjudul “The impact of ambient humidity on healthy and diseased skin” menyatakan lingkungan kering atau berkelembapan rendah menyebabkan pembentukan kerutan halus pada wajah, yang dikarenakan kurangnya kandungan air dalam lapisan kulit terluar (stratum corneum).

Selain kelembapan udara, kekurangan cairan juga jadi penyebab dehidrasi kulit.
Di dalam jaringan kulit mulai dari lapisan epidermis sampai dermis, semuanya mengandung cairan yang membuat kulit  jadi lembap, kenyal dan kuat.

Kemampuan kulit mempertahankan kadar air dilakukan oleh  bagian terluar ( stratum corneum).
Bagian itu mengandung Natural Moisturizing Factor (NMF) yang berfungsi mengikat air dan mempertahankan hidrasi kulit.

Baca juga : Sulit Bangun Pagi? Mungkin Anda Belum Lakukan Cara-Cara Berikut Ini

Tubuh wanita dewasa  55% terdiri dari air, yang 20% itu  tersimpan di kulit. Dehidrasi kulit terjadi bila kadar air pada lapisan terluar kulit kurang dari 10 % dari kondisi normal yang mencapai 30%.

Dehidrasi kulit bisa terjadi pada semua jenis kulit, baik berminyak, kering,normal maupun kombinasi.
Tanda-tanda dehidrasi kulit juga terlihat dari kulit yang kasar dan pecah-pecah, terasa gatal, keriput,dan jika dibiarkan terlalu lama bisa memicu penuaan dini.

Kulit yang mengalami penuaan dipengaruhi jumlah NMF yang berkurang sejalan bertambahnya usia.
Cara untuk mencegah dehidrasi kulit bisa dilakukan dengan menjaga jumlah NMF pada kulit.
Elektrolit diperlukan dalam proses pembentukan NMF karena 31% NMF terdiri dari elektrolit.
Anda  bisa mencegah dehidrasi kulit dengan minuman IONESSENCE yang mengandung air dan elektrolit yang dibutuhkan dalam proses produksi NMF.

Produsen minuman Pocari Sweat meluncurkan IONESSENCE minuman rendah kalori yang yang mengandung air dan elektrolit yang dapat membantu anda mencegah dehidrasi kulit sehingga  anda dapat melakukan beragam aktivitas di dalam ruangan ber-AC dengan kulit yang sehat terjaga kelembapannya tanpa takut dehidrasi kulit.



zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: