, Gula, Air Hujan dan Putih Telur Jadilah Madu Palsu | Berita Terbaru

Gula, Air Hujan dan Putih Telur Jadilah Madu Palsu

Gula, Air Hujan dan Putih Telur Jadilah Madu Palsu

SEBARKANBERITA


Gula, Air Hujan dan Putih Telur Jadilah Madu Palsu

BELITUNG - Terduga pembuat madu palsu, Boktuali (34) menyebutkan untuk membuat madu palsu tak sulit.

Hanya menggunakan bahan berupa gula pasir, sedikit rempah-rempah dan telur, madu palsu bisa diproduksi.

Gula pasir kata Boktuali merupakan bahan dasar yang paling utama.

Sementara, rempah-rempah dijadikan pendukung karena hanya berfungsi sebagai pewangi madu.
"Untuk memunculkan buihnya kami pakai putih telur. Untuk airnya kami pakai air hujan, kalau air biasa hasilnya tidak bagus," kata Boktiali kepada Posbelitung.com, Selasa (31/1/2017).

Ide awal pembuatan madu palsu ini kata Boktuali diperolehnya dari rekan-rekannya di Palembang Sumatera Selatan (Sumsel).

"Awalnya cuma coba-coba, karena saya sudah tau jadi bikin sendiri. Tapi aku bilang dengan orang-orang ini madu asli. Ya di Belitung cuma mau jualan dan produksi madu itu lah," jelasnya.

Jual ke Pasar

Terduga pembuat madu palsu, Boktuali (34) mengaku baru sekitar lima bulan terakhir membuat madu palsu tersebut.

Boktuali bersama rekan-rekannya meracik madu palsu di sebuah kontrakan Jalan Pagar Alam, Kelurahan Tanjungpendam, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Pria asal Muara Enim Sumatera Selatan (Sumsel) ini, telah mengedarkan madu palsu tersebut ke pasar dan toko-toko kelontong untuk dititipkan.

"Baru sekitar lima bulan lah kami produksi. Ia sama teman bikinnya, tapi teman sudah tidak tau kemana-mana. Kami produksi di rumah itu lah," kata Boktiali kepada Posbelitung.com, selasa (31/1/2017).

Madu palsu tersebut kata ayah tiga anak ini, dijual seharga Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per botol.
Sedangkan modalnya hanya Rp 18 ribu.

"Banyak sih yang beli, sehari itu adalah 15 sampai 20 botol habisnya. Kami sehari biasa produksi sebanyak 30 botol, dan memang persis dengan madu asli," kata dia.

Kini, Boktuali membuat madu palsu sendirian karena rekan-rekannya sudah tak jelas keberadaannya.
"Sendiri lah aku, kalau dulu dengan kawan. Tapi kawan sudah pegi semua, kami sama-sama lah membuat madu palsu," bebernya. (*)

Pura-pura Jadi Pembeli

Kapolsek Tanjungpandan AKP Gineung Praditina menceritakan awal mula terungkapnya kasus pembuatan madu palsu.

Mulanya, polisi menerima informasi dari seorang pemiliki toko yang didatangi seseorang yang manawarkan madu.

Pelaku ini kemudian menitipkan enam botol madu untuk dijual kepada pemilik toko.
Tidak lama kemudian rekan dari pelaku Boktuali (34), pura-pura mendatangi toko tersebut untuk membeli madu.

Terjadilah pembicaraan soal keaslian madu yang dijual pemilik toko sebelum transaksi jual beli terjadi.
"Rekan pelaku itu mau beli delapan botol, tapi adanya cuma enam. Lalu, ia pura-pura pesan 150 botol ke pemilik toko," kata Gineung, kepada Posbelitung.com, selasa (31/1/2017).

Menerima pesanan sebanyak itu, kata Gineung pemilik toko langsung menghubungi Boktuali.

Dalam obrolan itulah, Boktuali menyanggupi permintaan pemilik toko sebanyak 120 botol.

Boktuali kemudian mengantarkan permintaan tersebut.

"Pemesan madu itu tak kunjung datang, padahal barang sudah siap. Habis itu pemilik toko menyadari madu itu palsu. Karena merasa telah tertipu, pemilik toko jadi melaporkannya kepada kami," ujarnya.





zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: