, Begini Kronologi Penangkapan Ius Pane, Adakah Perlawanan? | Berita Terbaru

Begini Kronologi Penangkapan Ius Pane, Adakah Perlawanan?

Begini Kronologi Penangkapan Ius Pane, Adakah Perlawanan?


SEBARKANBERITA


SEBARKANBERITA

MEDAN - Polisi akhirnya berhasil meringkus Ridwan Sitorus alias Pius Pane alias Iyus pelaku perampokan dan pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur.

Pelaku diciduk Unit Resmob Polres Jakarta Timur yang sudah mengintainya mulai hari Jumat (30/12/2016) kemarin.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana mengatakan, penangkapan itu berawal ketika pihaknya mendapat informasi keberadaan pelaku di dalam bus ALS bernomor bodi 333.

"Bus itu berangkat dari Bogor menuju Medan, Sumatera Utara, sejak Kamis (29/12/2016) lalu," kata Sapta saat dihubungi, Minggu (1/1/2017).

Baca juga : Ini Dia Foto Pria Keji yang Seret Diona Dan Saat Ini Buron, Adakah Yang Kenal Dengan Wajahnya ?

Menurutnya, dari informasi itu, tim Resmob yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Abdi Harahap mencoba mengadang pelaku di pangkalan ALS di Marindal, Medan.

Begitu turun, pelaku yang rencananya akan pindah mobil untuk menuju Belawan, Simpang Pajak, langsung ditangkap.

"Saat diringkus, pelaku tak melakukan perlawanan," kata Sapta.

Saat ini pelaku bersama anggota Polres Jakarta Timur dalam penerbangan dari Medan menuju Bandara Halim Jakarta Timur.

Rencananya Ius bakal dibawa untuk diperiksa di Mapolres Jakarta timur.



Penangkapan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana Marpaung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, mengonfirmasi penangkapan Ius Pane tersebut.

"Iya benar ditangkap di Medan," ujar Argo, kepada wartawan Sebarkanberita.com saat dihubungi, Minggu (1/1/2017).

Polisi menyebutkan peran Ius disebut terkuat kedua setelah sang 'kapten' Ramlan Butarbutar yang ditembak hingga tewas.

Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan membeberkan Ius lah yang menyeret almarhumah Diona Arika Andra Putri, puteri sulung pemilik rumah Dodi Triono.

"Yang bersangkutan menyeret almarhumah Diona yang berumur 16 tahun dari kamarnya itu, diseret juga dipukul pakai senpi," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/12/2016).

Ia terlihat menganiaya korban Diona berdasarkan rekaman kamera CCTV.

Saat ditanya apakah sebelum dimasukkan ke dalam kamar mandi, korban Diona sempat diperkosa oleh pelaku, M Iriawan membantah.

Pasalnya berdasarkan hasil visum semua korban dinyatakan tewas karena kehabisan oksigen, begitu pun dengan Diona.

Tak ada hasil visum menunjukkan tanda-tanda ada pemerkosaan terhadap korban.

Bukan cuma itu, seperti dilansir dari beragam media online, ternyata Ius adalah orang yang memiliki ide memasukkan penghuni ke kamar mandi.

Akibat penyekapan di kamar berukuran 1,5 x 1,5 meter itu, 6 orang tewas dengan kondisi yang mengenaskan.

Dalam pembunuhan disertai perampokan tersebut Yus memiliki peran yang cukup vital.

"Dia (Yus) dominan kedua setelah kapten (Ramlan). Menurut keterangan Sinaga tadi malam yang bawa pistolnya Yus Pane. Sehingga kita melakukan pengejaran terhadap dia," ujar Iriawan di rumah Sakit Pulomas, Jakarta Timur, Kamis (29/12/2016).

Bahkan, menurut Iriawan, Yus juga ikut melukai salah satu korban dalam perampokan dan pembunuhan tersebut.

Dia melukai Diona Arika (16).

"Itu kelihatan (di CCTV) dan pembantunya melihat Yus menyeret Diona dari kamarnya di atas sampai bawah," ucap dia.

Berikut peran keji Ius Pane dalam keterangan yang dirilis polisi:

1. Eksekutor
2. Naik ke lantai dua rumah, menarik penghuni di lantai dua
3. Menodongkan senjata api ke korban
4. Menyampaikan ide memasukkan penghuni ke kamar mandi
5. Mencari barang berharga di kamar di lantai dua
6. Menyeret dan memukul Diona (16) dengan gagang senjata api







zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: