, Wanita yang Optimis, Biasa Berumur Lebih Panjang | Berita Terbaru

Wanita yang Optimis, Biasa Berumur Lebih Panjang

Wanita yang Optimis, Biasa Berumur Lebih Panjang

SEBARKANBERITA


Wanita yang Optimis, Biasa Berumur Lebih Panjang

Perempuan yang percaya bahwa hal-hal baik akan terjadi, akan hidup lebih lama. Itulah hasil dari studi baru yang tampaknya menegaskan kekuatan berpikir positif.

"Studi ini menunjukkan bahwa optimisme dapat menurunkan risiko kematian akibat stroke, penyakit pernapasan, infeksi dan kanker," kata Eric Kim, penulis penelitian.

"Orang yang optimis cenderung untuk bertindak dengan cara yang lebih sehat. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang optimis, ternyata lebih banyak berolahraga, pola makannya lebih sehat dan memiliki kualitas tidur yang lebih baik," kata Kim, peneliti di departemen ilmu-ilmu sosial dan perilaku di Harvard T.H. Chan School of Public Health di Boston.

Kim menambahkan, sikap optimis juga dapat secara langsung memengaruhi fungsi biologis.

Penelitian menunjukkan, bahwa optimisme yang tinggi berhubungan dengan tingkat peradangan yang lebih rendah, tingkat lipid (lemak darah) yang lebih sehat, dan antioksidan yang lebih tinggi, kata Kim.

Baca juga : Sadar Atau Tidak, Inilah Pola Pikir Kamu yang Ternyata Dapat Menghalangi Langkahmu untuk Sukses!

"Orang optimis juga terbukti dapat menerapkan metode coping (menyesuaikan diri) yang lebih sehat," katanya.

"Ringkasan lebih dari 50 studi menunjukkan bahwa ketika dihadapkan pada tantangan hidup, orang yang optimis lebih bisa menerima keadaan yang tidak dapat diubah, dapat membuat rencana-rencana yang bagus untuk mengatasi tantangan selanjutnya, dan tak segan mencari dukungan dari orang lain bila diperlukan."

Untuk penelitian ini, para ilmuwan meninjau catatan dari 70.000 wanita yang berpartisipasi dalam studi mulai dari 2004 dan 2012.

Para peneliti juga meneliti tingkat optimisme dan faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi hasil penelitian, seperti ras, tinggi tekanan darah, diet dan aktivitas fisik.

Secara keseluruhan, risiko kematian akibat penyakit yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hampir 30 persen lebih rendah untuk wanita yang paling optimis, dibandingkan dengan wanita yang memiliki tingkat optomisme paling rendah.

Untuk wanita yang paling optimis, misalnya, risiko kematian akibat kanker adalah 16 persen lebih rendah; risiko kematian akibat penyakit jantung, stroke atau penyakit pernapasan hampir 40 persen lebih rendah; dan risiko kematian akibat infeksi adalah 52 persen lebih rendah.
Dalam penelitian ini, hubungan antara optimisme dan masa hidup, tidak menunjukkan hubungan sebab dan akibat.





zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: