, Teman Kerja Anda Iri Kepada Anda ? Ini Cara Menghadapinya! | Berita Terbaru

Teman Kerja Anda Iri Kepada Anda ? Ini Cara Menghadapinya!

Teman Kerja Anda Iri Kepada Anda ? Ini Cara Menghadapinya!

SEBARKANBERITA


Teman Kerja Anda Iri Kepada Anda ? Ini Cara Menghadapinya!

Pahami Si Tukang Iri 

Anda bukanlah bekerja secara amatiran, orientasi Anda adalah achievement. Itu 'hak patent' dan trade mark dari sebuah perusahaan profesional pula. Tetapi jangan pernah menutup mata juga bahwa setiap perusahaan/kantor yang kita tempati bekerja dan berinteraksi. Maka senantiasa hadir bawaan-bawaan negatif dari sesama tim kerja. Jangan sangkakan bila si tukang iri itu enak! Itu penyakit! Sungguh sebuah penyakit kejiwaan. Kepada yang menjadi obyek keirian rekan kerja, pahamilah secara personal bahwa sikap iri di tempat kerja bukanlah cerminan dari seorang profesional. Anda yang sedang bulan-bulanan keirian -selama Anda memang di jalur profesioanl, bukan di area non profesional, semisal affair atau kedekatan secara pribadi- Anda sangatlah beruntung, laba dan bravo. Sebab ada hala di diri Anda yang patut diirikan, dicemburui.

Iri itu refleksi nyata atas disability-nya seseorang, ada potret ketidakmampuan di sana, sulit baginya menyamai Anda. Itulah yang sedang melilit perasaan si tukang iri, agak rumit untuk disembuhkan. Orang sejenis ini, tiada perlu dihindari. Baik-baiki saja, kenapa? Sebab orang ini miliki potensi besar untuk mencelakakan Anda. Ingat sifat iri-cemburu-dendam-dengki-buruk sangka, Kumpulan sifat-sifat negatif  ini, satu paket, satu gerbong, satu komunitas. Sifat-sifat ini amatlah kuat, berdiri dan keras. Alot sungguh untuk mengeliminir sifat-sifat buruk ini. Sifat ini tergolong sifat anti sosial, anti produktifitas dan anti kemapanan.

Jadi cobalah dengan bersungguh-sungguh untuk menyelami jiwa mereka yang sedang terpuruk dan terjerembab akan ketidakkuasaannya, ketidakmampuannya dalam bekerja secara profesional. Sudut lain, orang-orang serupa ini, minim kreatifitas dalam bekerja. Ia profesional dalam area iri-cemburu tapi betapa amatiran dalam soal pencapaian kerja atau performance dalam bekerja.

Koreksi Diri Sendiri 

Okelah dari sudut prestasi kerja, Anda dipublikasi oleh atasan dalam sebuah meeting dan evaluasi kinerja-prestasi karyawan/karyawati. Nah, satu hal yang kerap terjadi, seseorang yang dijempoli dalam sebuah rapat internal, yang bersangkutan begitu mudahnya terbawa arus emosional hingga ia larut dalam parade puja-puji hingga tak terasa, muncullah perasaan sombong-angkuh. Itu manusiawi, bila hanya terbawa sikon sesaat. Stabilkan kembali sikon yang melebihi ambang batas kejiwaan, sebab banyak orang lain yang wajib dijaga perasaannya. Anda harus jeli mencermati ini, bila seumpama diminta untuk menyampaikan sepatah dua kata atas prestasi tersebut, kalimat kunci yang Anda wajib utamakan adalah: "Sukses ini, bukanlah sukses pribadi saya. Ini berkat solidnya tim kerja dan saya terpacu oleh motivasi kawan-kawan, di sini". Ucapkan ini sembari menatap ringan dan smart kepada kawan-kawan se tim itu. Bila perlu, anggukkan kepala mendekati dagu, bukti bahwa memang Anda bukan siapa-siapa tanpa teman-teman.

Berikutnya, jelajahi personal Anda. Jangan menelpon atau menerima telpon bila memang itu tak penting! Kenapa? Karena perseptual sedang aktif-aktifnya menuju ke diri Anda, setiap pasang mata mengamati gerak-gerik Anda, jangan sampai tercetus letupan emosional ringan dari rekan kerja Anda, hingga terartikulasikan kata-kata (baik terang-terangan maupun di dalam hati): "Akh, over acting!".

Jangan Merasa Korban 

Cobalah periksa dengan sempurna, apakah benar Anda dikorbankan atas gosip-gosip yang bersumber dari arus keirian seseorang kepada Anda? Apakah ada yang hilang atau berkurang di diri Anda bila seseorang menggosipkan Anda? Jawabnya: Tidak ada, bukan! Maka teramat keliru jika Anda menjauhi atau menghindari mereka, karena Anda membiarkan rekan kerja Anda berlarut-larut dalam keterpurukannya. Idealnya Anda tetap menyelenggarakan interaksi, sebab bagaimanapun Anda satu tim dengan orang itu. Tularkan trik-trik dan taktik Anda kepadanya, tentang metode efektif dalam pencapaian Anda selama ini. Itu namanya saling membangun, saling menguatkan, dan membangkitkan spirit kepada rekan kerja yang sedang lunglai kinerja dan prestasinya.

Sungguh aneh bin ajaib, bila Anda tiada memahami karakter personal rekan kerja Anda. Maknanya apa? Ya, Anda butuh kreatifitas untuk membagikan pengalaman-pengalaman Anda kepada teman kerja Anda. Seringan apapun itu, pastilah sangat berharga. Perihal kapan waktu yang tepat untuk menyampaikannya, Anda yang lebih pahami itu. Yang terpenting, Anda memang punya niat kuat untuk menyampaikannya dan meng-komunikasikan-nya. Itu yang subtansi. Jangan kelewat sempit memaknai akan harfiah prestasi, sebab menyemangati teman kerja yang lagi down, dan kemudian sukses mengangkatnya kembali. Itu juga prestasi!

Jangan kira bahwa fungsi-fungsi kognitif dan skill yang mendominasi dunia kerja! Anda jangan sampai lupa bahwa 'unsur-unsur kimia' psikologiklah yang menjadi sentrum sukses-gagalnya seseorang dalam bekerja. Di sana dibutuhkan kematangan psikologik, kemapanan pengindraan kejiwaan dan kepiawaian dalam mengirim simbol-simbol perasaan positif.



zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: