, Ironis! oknum polisi pelaku mutilasi anak kandung dinyatakan bebas. | Berita Terbaru

Ironis! oknum polisi pelaku mutilasi anak kandung dinyatakan bebas.

Ironis! oknum polisi pelaku mutilasi anak kandung dinyatakan bebas.

SEBARKANBERITA



Masih ingatkah Anda dengan Petrus Bakus? Ya! Ia adalah oknum polisi yang dipenjara akibat memutilasi anak kandungnya sendiri. Menurut akal sehat, kejadian ini memang sangat menyalahi nurani dan akal sehat. Bisa-bisanya seorang Ayah tega menghabisi anak kandungnya sendiri.


Polisi berpangkat Brigadir, Petrus Bakus, tega menghabisi kedua buah hatinya, putrinya Amora (4), dan putranya Fabian (3). Brigadir Petrus sendiri merupakan anggota Satuan Intelkam Polres Melawi dengan NRP 88080657.



Menurut website sebarkanberita.com, Brigadir Petrustidak hanya membunuh, tapi juga memotong tubuh anak-anaknya menjadi beberapa bagian. Ketika ditemukan, potongan tubuh anak-anak tak berdosa itu telah berserakan di atas tempat tidur. Brigjen Arief Sulistyanto, Kapolda Kalbar kala itu, mengungkapkan berdasarkan informasi dari istri tersangka, Windri Hairin Yanti, bahwa suaminya, Brigadir Petrus sering marah-marah dalam sepekan terakhir.

Baca juga : Istri Polisi Memutilasi Anaknya Sendiri Yang Masih Berumur 1 Tahun Di Cengkareng Bugil Saat Ditemukan, 

“Pembunuhan terjadi pada saat istrinya sedang tidur, kemudian terbangun. Saat itu suaminya mendatangi istrinya dengan membawa parang yang sudah berlumuran darah. Ia mengatakan akan membunuh istrinya,” ungkap Arief.



Saat diperiksa oleh Kapolda, jawaban Brigadir Petrus sangat mencengangkan. Tersangka mengaku melakukan pembunuhan terhadap anak-anaknya dengan sadar dan tidak menyesal, karena ada bisikan yang memerintahkan untuk persembahan kepada Tuhan.

“Ia tidak menyesal karena anaknya sudah kembali ke surga dan menganggap anaknya sudah menyatu dengan dirinya. Ia mengatakan bahwa apa yang terjadi pada dirinya adalah sudah kehendak Tuhan sejak ia lahir dari rahim ibunya,” paparnya.

Kapolda menyatakan, bisikan gaib tersebut diterima Brigadir Petrus sejak Jumat sepekan sebelumnya.

Dengan keterangan tersebut, badan kepolisian menduga bahwa Petrus mengidap Schizophrenia karena tanda-tanda yang ia tunjukkan. Namun, apakah Petrus mengidap Schizophrenia? Menurut Kapolda Arief masih harus dipastikan terlebih dahulu. Sebab semuanya masih dalam dugaan.

Putusan Hakim atas bebasnya Petrus membuat heboh para netizen di laman Facebook Tribunnews Pontianak.

“@Azusa Azunyan Yulfahrio: wajar aja dia bebas, kan pernah diberitakan dia kena skizofrenia, berdasarkan hasil medis juga seperti itu, dan dia sepertinya melakukan hal itu secara tidak sengaja, karena mentalnya terganggu sebaiknya kita jangan berburuk sangka lah”

“@Sutri Juliadi: Nti banyak orang bunoh orang,tinggal ngaku gile bise bebas”

“@Andri: Mau kiamat dah dunie nih…bunoh anak ja bise bebas …PD hal itu pembunuhan berencana orang gile Mane yg mau bunoh orang ap lagi anak sendiri…”

Terlepas dari komentar netizen, keluarga menyambut gembira kebebasan Petrus. Adik kandung Petrus Bakus, E Pandi mengaku bahagia atas vonis yang diberikan oleh Hakim Ketua.

“Kami dari pihak keluarga tidak berhenti bersyukur. Kami percaya dengan pepatah yang mengatakan tidak ada harimau yang mau makan anaknya,” ungkapnya.

Pandi menambahkan kasus Petrus Bakus merupakan cobaan bagi pihak keluarga. Keputusan Majelis Hakim, terang dia, merupakan keputusan terbaik bagi kasus ini.

“Ini keputusan terbaik. Kami percaya keputusan hakim. Keputusan hakim sangat berdampak luar biasa bagi keluarga. Abang (Petrus Bakus;Red) memang sakit jiwa. Putusan hakim merehab dia di Rumah Sakit Jiwa sangat tepat untuk kebaikan selanjutnya,” tandasnya.

Namun, ternyata di Badan Hukum, kebebasan Petrus juga masih menuai ketidaksepakatan di antara para penegak hukum.

Terkait vonis bebas yang diputuskan Majelis Hakim, Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) sekaligus Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kasi Pidum Kejari) Sintang, Hadi Susilo menegaskan tidak akan tinggal diam.

“Kami akan upayakan upaya hukum terhadap putusan Pengadilan Negeri. Karena kami merasa tidak puas terhadap putusan yang diberikan pada terdakwa. Kami akan lakukan Kasasi,” ungkapnya saat diwawancarai usaiSidang Putusan Akhir di Pengadilan Negeri (PN) Sintang, Kamis (1/12) sore.

Permohonan kasasi tersebut akan diajukan kepada Mahkamah Agung (MA). Terlebih dahulu, pihaknyamempersiapkan alasan-alasan permohonan kasasi yang nantinya termuat dalam memori kasasi.

Semoga Petrus mendapat keadilan seadil-adilnya.



zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: