, Bayi 6 Bulan Ternyata Telah Dipenjara Selama 4 Bulan , Sejak September Tepatnya. | Berita Terbaru

Bayi 6 Bulan Ternyata Telah Dipenjara Selama 4 Bulan , Sejak September Tepatnya.

Bayi 6 Bulan Ternyata Telah Dipenjara Selama 4 Bulan , Sejak September Tepatnya.

SEBARKANBERITA


Bayi 6 Bulan Ternyata Telah Dipenjara Selama 4 Bulan , Sejak September Tepatnya.

Bayi mungil berusia 10 bulan, Muhammad Amin, telah empat bulan lamanya menginap di hotel prodeo. Ia terpaksa ikut ibunya, Rismaya (35), ke balik jeruji besi karena masih membutuhkan asupan Air Susu Ibu (ASI).

“Saya bawa anakku ke Lapas sejak berusia 6 bulan,” kata Rismaya, Kamis, 29 Desember 2016.

Rismaya harus mendekam di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Watampone karena terlibat kasus pencurian. Menurut Maya, panggilan akrabnya, ia mencuri emas demi membayar sewa kontrakannya senilai Rp 3 juta.

“Pemilik kontrakan sudah sering menagih dan mendesak agar segera dibayar,” tutur Rismaya.

Ia mengaku hilang akal setelah suaminya, Sutejo, terlebih dulu dipenjara lantaran terlibat kasus kecelakaan lalu lintas. “Saya tak tahu harus sama siapa mengadu,” keluhnya.



Maya juga mengungkapkan selain Amin, ia memiliki enam anak lainnya. Lima orang di antaranya kini dititipkan di salah satu panti asuhan yang ada di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sedangkan seorang lagi meninggal dunia karena menderita muntaber.

Rismaya mengaku terpaksa menitipkan anak-anaknya ke panti asuhan karena kedua nenek dari anak-anak itu telah meninggal dunia. Sementara itu, ia kini menghadapi proses hukum atas kasus yang menyeretnya ke muka Pengadilan Negeri Watampone.

“Hari Selasa lalu, saya sudah jalani sidang ke-7 kasus ini,” ujar Maya.

Pemilik emas bernama Waris.

Waris juga pemilik rumah tempat Rismaya menumpang selama ini, di Kajuara, Kecamatan Awangpone, Bone bagian utara.

"Itu saya lakukan karena terdesak pasalnya Waris memeras saya minta uang karena saya tinggal menumpang di rumahnya,” cerita Maya, sapaan Rismaya.

Bayi Rismaya, Muh Amin (10 bulan), turut mendekam di jeruji besi.

Si bayi harus merasakan pilunya ruang tahanan demi air susu sang ibu dan hak asuh.
Ayah Muh Amin, Sutejo, juga ditahan atas kasus kecelakaan lalu lintas.
Sedangkan kakek dan nenek si kecil meninggal dunia.

Betapa malang nasib Muh Amin.

Andai dia tak ikut ibu masuk penjara, ke mana dia harus berteduh menete?
Tempat tinggal orangtuanya saja masih numpang alias ngontrak.

"Anak saya juga bersama saya di lapas karena tidak ada jagai di rumah dan dia masih menyusu,
saya mengemis kepada pihak lapas agar anak saya juga masih menyusui, untungnya diizinkan," kata Maya.

Saat tim sebarkanberita.com dan kawan-kawan menghampiri ruang tahanan Maya, si kecil Amin sempat terlihat meloloti kami.

Sesekali dia berdiri sambil kedua tangannya memegang jeruji besi.

Saat kehausan, sang ibu menyuguhinya teh botol, merek Frestea, yang seharga 5000-an itu.
Saat minta makan, Maya memberinya kerupuk.

Dua tiga popok bayi dan tisu kering berserakan di tempat duduknya.
Tak terlihat barang berarti lainnya.

Teh dan kerupuk menu spesial untuk Amin sebagai penjanggal air susu Maya yang lagi nihil.
Sudah empat bulan Maya dan Amin mendekam di penjara.

Amin ikut masuk penjara sejak berusia enam bulan.

Di penjaralah Amin belajar makan, makan bubur sambil menyusu.


zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: