, Tegal - Siswa SMK Ini Dihajar Ramai-ramai Oleh Seniornya di Dalam Kelas Hingga Masuk ICU | Berita Terbaru

Tegal - Siswa SMK Ini Dihajar Ramai-ramai Oleh Seniornya di Dalam Kelas Hingga Masuk ICU

Tegal - Siswa SMK Ini Dihajar Ramai-ramai Oleh Seniornya di Dalam Kelas Hingga Masuk ICU

SEBARKANBERITA


Tegal - Siswa SMK Ini Dihajar Ramai-ramai Oleh Seniornya di Dalam Kelas Hingga Masuk ICU

TEGAL-Seorang siswa Kelas X SMKN 3 Kota Tegal, Aditya Riski Fauzi (15) masih tergolek di ranjang Ruang ICU RSUD Suradadi Kabupaten Tegal pada Selasa (8/11/2016).

Siswa korban dugaan pemukulan senior itu masih menjalani perawatan intensif. Selang infus dan alat bantu pernapasan pun masih terpasang di tubuhnya.

Meskipun demikian, orangtua korban, Kusmiyati (39) mengaku kondisi korban membaik dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

"Rencananya akan dipindahkan ke ruang perawatan. Dokter sudah memperbolehkan, tapi belum tahu kapan," ucapnya, Selasa.

Ia meminta pihak sekolah bertanggungjawab atas kejadian yang menimpa buah hatinya. Karena, kejadian dugaan pemukulan terjadi saat jam pelajaran di sekolah.

Ia mengatakan, saat jam pelajaran, beberapa seniornya masuk ke ruang kelas, maklum saat itu guru pengampu tidak ada di dalam kelas.

Kemudian, mereka memanggil Aditya dan sejumlah temannya untuk maju dan berdiri di depan kelas. Tiba-tiba para seniornya yang merupakan siswa Jurusan Pelayaran itu melayangkan bogem mentah secara bergiliran.

Sementara, Humas SMKN 3 Kota Tegal, Isnawati membenarkan kejadian pemukulan tersebut. Hanya saja, dari sejumlah siswa yang dipukul, hanya Aditya yang mengalami sakit paling parah dan harus dilarikan ke rumah sakit.

"Atas kejadian tersebut, pihak sekolah berjanji akan bertanggungjawab," tandasnya.

Ia membantah bahwa kekerasan yang terjadi merupakan tradisi sekolah tersebut. Pihak sekolah mengklaim sudah melakukan pengawasan yang ketat dan memberikan pemahaman bahwa dilarang melakukan tindak kekerasan.

"Kejadian itu memang ada, dan kami pihak sekolah merasa kaget karena bagaimanapun tindakan kekerasan senior ke yunior bukan ajaran sekolah. Kejadian itu diluar kemampuan kami," ujarnya.
Pihak sekolah mengaku sudah melakukan mediasi orangtua korban dengan para orangtua terduga pelaku pemukulan. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.


zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: