, Tak hafal adzan, siswa SD ditampar dan dianiaya guru sampai trauma dan gak mau sekolah lagi. | Berita Terbaru

Tak hafal adzan, siswa SD ditampar dan dianiaya guru sampai trauma dan gak mau sekolah lagi.

Tak hafal adzan, siswa SD ditampar dan dianiaya guru sampai trauma dan gak mau sekolah lagi.

SEBARKANBERITA


Tak hafal adzan, siswa SD ditampar dan dianiaya guru sampai trauma dan gak mau sekolah lagi.

Pengajaran kepada anak tidak sepatutnya mendahulukan kekerasan dan lebih mengedepankan rasa kasih sayang. Terlebih usia anak yang belum paham membuat orang tua atau guru harus sabar dalam mendidik mereka.

Seorang siswa yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menjadi korban penganiayaan oleh oknum guru di sekolahnya. Bocah malang tersebut kini tak sudi lagi berangkat ke sekolah karena masih mengalami trauma berat.

Dikutip dari Tribunnews, Edwin Febriyanto (11) murid kelas 5 SDN 03 Tegowanu Kulon, Kecamatan Tegowanu, Grobogan menderita luka lebam pada pipi kanan serta selangkangan kaki kanannya akibat ulah kekerasan fisik dari guru Agamanya, berinisial Y.

Bukannya dicekoki ilmu pendidikan, Edwin sapaanya, justru menerima perlakuan yang tak pantas dari tenaga pendidiknya.

Edwin terus saja menangis di pelukan ibundanya saat ditemui di rumahnya di Desa Tegowanu Kulon. Edwin yang mengenakan seragam OSIS itu ketakutan dan merengek supaya dipindahkan ke sekolah lain.

“Saya nggak mau masuk sekolah sana lagi, saya maunya dipindahkan. Pak Guru galak, saya ditampar dan ditendang,” tangis Edwin, Selasa (21/11/2016).

Ibu korban, Bariyah, menuturkan, kejadian penganiayaan yang dilakukan Y kepada anak sulungnya itu terakhir kali pada Jumat (18/11/2016).

Baca juga : Tidak Di Izinkan Malam Mingguan Anak Perempuan di Pekanbaru Tega Bacok Ibu Kandungnya Pakai Parang !!!

Saat itu di dalam kelas, Edwin diminta maju ke depan oleh sang guru untuk menghafal lafadz Adzan seperti halnya teman Edwin sekelas. Namun karena belum fasih, Edwin diperkenankan untuk kembali duduk ke bangkunya.

“Bukannya dinasehati, anak saya malah ditendang dan dipukul oleh Pak Y. Anak saya yang ketakutan langsung berlari pulang ke rumah dan mengadu kepada saya. Penganiayaan itu sudah yang ketiga kalinya dilakukan Pak Y kepada anak saya. Saya kemudian melaporkan ke Polsek Tegowanu,” ungkap Bariyah.

Atas kejadian itu, Bariyah memutuskan untuk memindahkan anaknya dari SDN 03 Tegowanu Kulon ke SDN 01 Tegowanu Wetan.

“Sudah saya urus kepindahan anak saya hari ini. Tapi anak saya masih syok. Semoga tidak ada lagi guru yang menyakiti anak saya. Anak saya itu pendiam dan baik. Kami itu orang kecil, suami saya hanya bekerja serabutan,” pungkasnya.

Sementara itu Kapolsek Tegowanu, AKP Bambang Warno, membenarkan kasus penganiayaan yang telah melibatkan Pak Guru Y terhadap Edwin tersebut. Hanya saja sesuai hasil kesepakatan bersama, kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

“Pak Y sudah meminta maaf dan membuat surat pernyataan. Pihak keluarga korban akhirnya menginginkan kasus diselesaikan secara damai. Tadi sudah kami mediasikan dengan Bapak korban,” terang Bambang


zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: