, Tahu Pacar Hamil , Pria Ini Nekat Racun Pacar Dengan Racun Tikus Lalu Buang Mayatnya Ke Sungai. | Berita Terbaru

Tahu Pacar Hamil , Pria Ini Nekat Racun Pacar Dengan Racun Tikus Lalu Buang Mayatnya Ke Sungai.

Tahu Pacar Hamil , Pria Ini Nekat Racun Pacar Dengan Racun Tikus Lalu Buang Mayatnya Ke Sungai.


SEBARKANBERITA


Tahu Pacar Hamil , Pria Ini Nekat Racun Pacar Dengan Racun Tikus Lalu Buang Mayatnya Ke Sungai.

Misteri Mayat Wanita yang ditemukan Kamis 24/11/2016, pagi pukul 05.30 WIB, disungai Plosan Lor Jalan Panji Suroso, Kecamatan Belimbing, Kota Malang, Jawa Timur akhirnya terungkap.

Indentitasnya dipastikan setelah pihak keluarganya mendatangi Polres Malang untuk melakukan pencaharian.

Setelah mengetahui ciri-ciri gadis yang dicari, petugas Polres Malang selanjutnya menyarankan keluarga itu ke kamar mayat RRSA Malang. Dengan ditemani pihak kepolisian, pihak keluarga kemudian memastikan mayat itu adalah Ida Susanti (22) yang selama ini kerja sebagai pelayan toko di kawasan dieng, Kecamatan Sukun Kota Malang. Dia tercatat sebagai warga Dusun Sukorejo, Desa Tumpak rejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

Ida sudah tidak diketahui keberadaanya sejak sehari sebelum ditemukan tewas. Bahkan sebelum dibunuh, Ida masih sempat menghubungi ponsel orang tuanya untuk meminta dijemput di tempat kerjanya. Namun saat dijemput, Ida sudah tidak ada dan nomer HP-nya sudah tidak aktif.

Dari sinilah petugas kemudian menggali informasi melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan keluarga korban. Dari hasil penyelidikan inilah petugas akhirnya mengantongi nama Roni Fauzi (23) tetangga beda RT sekaligus mantan pacar Ida.

Hal itu dikarenakan dari keterangan beberapa saksi, Roni-lah yang terlihat terakhir kali bersama Ida. Dari sinilah petugas Polres Malang Kota melakukan pencarian hingga berhasil menangkap Roni, di kawasan Surabaya. Saat itu, Roni ditangkap di tempat kos-nya setelah pulang jualan gorengan.

Ditemui oleh tim sebarkanberita.com di Mapolresta Malang, Sabtu 26/11/2016, sama sekali tak ada raut penyesalan atau beban di wajah Roni. Pria tamatan SMP ini mengaku terus terang telah membunuh Ida. “Saya cemas mendengar Ida hamil. Ia minta saya bertanggung jawab. Sebenarnya saya tidak cinta pada Ida. Selain itu, bulan Mei 2017 mendatang saya sebenarnya mau menikah dengan gadis pilihan hati saya,” kata Roni enteng.

Penjual gorengan di Surabaya ini mengaku satu desa dengan Ida. Setelah bertemu Ida di desanya, Roni aktif telepon dan SMS. Mereka pernah janji bertemu di Malang.  Roni mengajak Ida ke sebuah penginapan dan sempat berhubungan suami-istri. Beberapa minggu kemudian, hubungan terlarang itu kembali terjadi. “Meski begitu, saya tak menganggap dia wanita spesial. Hanya iseng saja, kok. Saya sebenarnya sudah punya calon istri,” ujarnya.

Baca juga : Hamil Muda, Wanita Ini Bukan Di Nikahi Malah Dibunuh dan Dibuang ke Laut Pantai Keke

Inilah dalih Ron membunuh Ida. “Setelah Ida hamil, ia terus mendesak minta dinikahi. Makanya saya mengatur siasat untuk membunuhnya,” papar Roni. Saat kejadian Roni mengajak Ida bertemu.

Sebelum janji menjemput Ida, Roni membeli racun tikus di toko bangunan, lalu mengoplosnya dengan minuman ringan bersoda.

Roni langsung menjemput Ida sepulang dari toko. Ia mengajaknya ke hotel Bali Graha Dewata Agung yang berlokasi di  kawasan Jl. Panji Suroso, Kecamatan Blimbing Kodya Malang. Keduanya chek in pukul 20.45 WIB, dengan memesan kamar standar seharga Rp 100.000 per malam.“Malam itu saya sempat sekali melakukan hubungan badan dengan dia,” aku Roni.

Selanjutnya, Ron mengajak Ida makan malam. “Kami jalan-jalan naik motor. Nah, di tempat sepi, saya memberikan minuman beracun itu pada Ida. Ternyata, enggak ada reaksi. Saya jadi heran,” ungkap Roni polos.

Karena aksinya gagal, Roni menyusun skenario lain. Ia mengeksekusi Ida di kamar hotel saat Ida tidur lelap. Ia membekap tubuh gadis bertubuh kecil itu dengan handuk sampai kehabisan napas. Wanita malang itu tewas setelah Roni mencekik lehernya dengan keras.

Begitu korban tewas, Roni memutar otak bagaimana caranya membuang tubuh Ida yang sudah menjadi mayat. Dia selanjutnya membungkus tubuh Ida dengan kain sprei. Tubuh itu kemudian dibawa keluar dari kamar hotel pada pukul 02.00 WIB.

“Saya naikkan jasad Ida ke motor, menuju jembatan tak jauh dari hotel. Lalu, jasadnya saya buang ke bawah jembatan. Saya pun kembali ke Surabaya,” papar Roni, tanpa menunjukkan ekspresi sedih atau menyesal. Sedangkan jenazah Ida baru ditemukan warga sekitar pukul 05.30 dengan status sebagai Mrs X karena sama sekali tidak membawa identitas.

 Saat ditangkap petugas, Roni langsung mengakui perbuatannya kalau dirinya yang telah membunuh Ida. Dia nekat membunuh karena diminta tanggung jawab soal kehamilan Ida yang sudah memasuki 3-4 bulan kandungan.

“Dia meminta saya untuk menikahinya. Padahal saya sendiri tidak tahu apakah bayi yang dikandungnya itu dari hasil hubungan sama saya atau sama orang lain,” ujar Roni dengan enteng.

Kapolres Malang Kota, AKBP Teddy Minahasa Putra SH SIK melalui Wakapolres Malang Kota Kompol Wiyugo Pamungkas SIK mengatakan bahwa tersangka ditangkap di kawasan Surabaya. “Dia kami tangkap dikawasan Surabaya, dirumah tempat kosnya, saat pelaku baru pulang dari jualan gorengan,” ujar Kompol Wiyogo.

Roni dijerat pasal 340 KUHP, tentang pembunuhan berencana. Dan bila pengembangnnya terbukti bersalah dipengadilan, dia bakal menjalani seumur hidupnya di hotel prodeo. “Motif pembunuhannya adalah karena korban sudah hamil tiga bulan akibat hubungan intim yang sudah sering dilakukan dengan tersangka,” ungkap Wakapolresta.




zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: