, Remaja 16 Tahun Diperkosa Hingga Melahirkan Bayi. | Berita Terbaru

Remaja 16 Tahun Diperkosa Hingga Melahirkan Bayi.

Remaja 16 Tahun Diperkosa Hingga Melahirkan Bayi.

SEBARKANBERITA


emaja 16 Tahun Diperkosa Hingga Melahirkan Bayi.

KAYUAGUNG  – Malang derita yang dialami remaja bernisial Nil (16) Warga Desa Suka Pulih Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), remaja yang seusianya seharusnya bermain dan bersekolah, namun dirinya justru harus melahirkan seorang bayi akibat diduga diperkosa oleh tetangganya.

yang membuat korban bertambah sedih, proses hukum kasus tersebut tak kunjung tuntas, lantaran sampai saat ini pihak Kepolisian dari Polres OKI terkesan lamban memproses kasus  yang menimpanya itu, terlebih lagi pelaku pemerkosaan diduga dilakukan oleh Is (35),  pria  beristri dua yang sudah dikaruniai  tiga anak ini justru berkelit atas tuduhan terhadap dirinya.

Menurut keterangan korban, peristiwa nahas itu terjadi di kebun kacang, Desa Sukapulih, malam itu korban berjalan sendirian usai menumpang nonton dirumah pamannya.

”Waktu itu saya pulang berjalan kaki sendirian, usai nonton TV di rumah paman saya, saat diperjalanan bertemu dengan pelaku dan langsung menarik saya ke Kebun Kacang,” ujarnya lirih seraya matanya berkaca-kaca.

Di kebun kacang itulah, pelaku mengikat tangan korban dengan tali rapiah, kemudian mulut korban di bekap dengan sapu tangan.

”Sambil mengancam dengan pisau dia (pelaku,red)  memprkosa saya, setelah itu dia mengancam agar saya tidak mengadu dengan keluarga, jika tetap mengadu dia akan membunuh bapak dan keluarga saya,” terangnya sambil menggendong bayi laki-laki yang dilahirkan 1,7 bulan yang lalu.

Ditambahkanyanya, bahwa selama 1,5 bulan pelaku mengulangi perbuatan tersebut sebanyak tiga kali, di lokasi yang berbeda, setiap usai memperkosa, pelaku selalu meninggalkan ancaman yang sama. setelah berjalan lima bulan, secara berlahan perut korban mulai buncit, hal ini menimbulkan kecurigaan dari kedua orang tua korban.

Setelah diperiksa ke Bidan ternyata korban dinyatakan telah hamil enam bulan, mendengar hal ini membuat ayah korban M Ali (40), terkejut dan langsung mengitrogasi korban.

” Saat kami desak dia menceritakan sudah diperkosa oleh Is, tetangga kami, selanjutnya masalah ini kami adukan ke Kepala Desa, ternyata pelaku mengaku tidak pernah memperkosa anak saya ini,” ungkapnya.

Selanjutnya orang tua korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Pedamaran, selanjutnya oleh Polsek pedamaran kasus ini dilimpahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres OKI, dengan nomor laporan LP/B/96/III/2012/sumsel.

”Sampai saat ini pelaku baru satu kali di periksa oleh penyidik dan konfrontir dengan anak saya, dihadapan Polisi pelaku tetap tidak mengakui perbuatannya,” jelas petani ini.

Saat orang tua korban mempertanyakan kelanjutan kasus ini ke Polisi, menurutnya untuk membuktikan pelaku memang benar memperkosa atau tidak harus tes DNA untuk disesuaikan dengan DNA bayi yang baru dilahirkan anaknya.

”Biaya tes DNA itu mahal pak, kami tidak bisa berbuat apa-apa, kami hanya minta pelaku di hukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku, kami juga sudah minta pengawalan dari komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),” ungkap bapak 7 anak ini.

Sementara itu Kapolres OKI, AKBP Agus F didampingi Kasat Reskrim, AKP H Surachman dan Kanit PPA, Ipda Rohima mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum bisa melakukan penahanan terhadap terlapor Is karena belum ada bukti-bukti yang kuat, sehingga berkas perkara inipun belum bisa dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kayuagung.

“Saat kita periksa juga pelaku menyangkal jika dirinya yang telah memperkosa korban hingga korban melahirkan bayi laki-laki berusia 1,7 bulan. Namun demikian, kita dalam bulan-bulan ini akan melakukan tes DNA dan hasil tes DNA inilah yang nantinya dapat menjadi keputusan final apakah memang terlapor atau bukan yang telah menghamili korban,” tandasnya.



zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: