, Nasib Amerika Setelah Obama, Ramalan Mengerikan Penujum Buta Baba Vanga Jadi Perbincangan | Berita Terbaru

Nasib Amerika Setelah Obama, Ramalan Mengerikan Penujum Buta Baba Vanga Jadi Perbincangan

Nasib Amerika Setelah Obama, Ramalan Mengerikan Penujum Buta Baba Vanga Jadi Perbincangan

SEBARKANBERITA


Nasib Amerika Setelah Obama, Ramalan Mengerikan Penujum Buta Baba Vanga Jadi Perbincangan

Terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat menjadi perbincangan besar di hampir semua sektor, baik bisnis, politik, hingga masalah lingkungan.

Namun ternyata tak hanya itu saja, beberapa kalangan masyarakat juga mengkait-kaitkan kemenagan Trump dengan peramal buta bernama Baba Vanga.

Peramal buta dari Bulgaria, Baba Vanga (1911-1996) dikenal punya ramalan yang banyak dipercayai menjadi kenyataan.

Dia dikait-kaitkan mirip sang ahli nujum legendaris Nostradamus.

Meski Baba Vanga sudah meninggal pada 1996, tapi hingga kini masih banyak yang mempelajari semua ramalannya, karena banyak yang terbukti benar.

Nah, satu ramalan yang kini diperbincangkan adalah ucapannya soal nasib Amerika Serikat setelah Barack Obama tak lagi jadi presiden.

Isi ramalannya pun mengerikan, karena orang menghubungkannya dengan presiden AS terpilih saat ini, Donald Trump, yang dinilai tak punya kapasitas mumpuni sebagai pemimpin negara.

Apa isi ramalan Baba Vanga itu?

Baba Vanga pernah mengucapkan bahwa Amerika Serikat akan memiliki presiden pertama berkulit hitam, yang mana diyakini adalah Barack Obama.

Ramalan berikutnya juga menjadi kenyataan.

Baba Vanga menyebut, warga menaruh harapan besar di pundak sang presiden kulit hitam pertama Amerika itu.

Tapi, yang terjadi malah kebalikannya.

Sang presiden itu malah membawa Amerika ke krisis ekonomi, yang akhirnya menjalar ke negara lain.

Nah, ramalannya yang terakhir soal sosok presiden kulit hitam ini, adalah yang paling mengerikan.
Dia mengatakan, bahwa sang presiden, akan menjadi 'yang terakhir'.

Tidak jelas apa maksud Baba Vanga, tapi banyak yang meyakini, bahwa Donald Trump akan membawa AS menuju kehancuran, sehingga tak ada lagi presiden yang akan terpilih.

Benarkah demikian?

Baba Vanga memang banyak mengucapkan ramalan untuk masa depan, yang akhirnya terbukti benar.

Misalnya, terjadinya pergolakan revolusi di Arab atau lebih dikenal dengan Arab Spring, yang dimulai di tahun 2010.

Kemudian, dia juga meramal akan terjadinya peristiwa hancurnya Menara kembar WTC oleh serangan treroris.

Baba Vanga lahir di daerah pegunungan di pelosok Bulgaria.

Diyakini, dia mengalami buta akibat jadi korban bencana badai di daerahnya.

Setelah terkena angin puting beliung, Baba Vanga terlempar ke udara, lalu ketika terhempas ke tanah, ia mengalami cedera hebat di matanya.

Sejak peristiwa ini, ia banyak membuat ramalan-ramalan tentang kehidupan di masa depan.

Berikut beberapa ramalan Baba Vanga:

Vanga memprediksi lahirnya ISIS, runtuhnya menara kembar, tsunami 2004, dan pemananasan global.

"Horor! Horor! Amerika akan jatuh setelah diserang burung besi."

"Serigala akan melolong dalam semak, dan darah tak berdosa akan mengalir," itu kata-kata yang diungkapkan pengikutnya, seperti dikutip dari Yahoo.news.




zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: