, Kepala Dusun MEDAN Dibunuh Gara-gara Ucapan Tak Senonoh Kepada Anak Perempuan Tersangka. | Berita Terbaru

Kepala Dusun MEDAN Dibunuh Gara-gara Ucapan Tak Senonoh Kepada Anak Perempuan Tersangka.

Kepala Dusun MEDAN Dibunuh Gara-gara Ucapan Tak Senonoh Kepada Anak Perempuan Tersangka.

SEBARKANBERITA


Kepala Dusun MEDAN Dibunuh Gara-gara Ucapan Tak Senonoh Kepada Anak Perempuan Tersangka.

MEDAN - WW alias Sibaya Gamari (40), Kepala Dusun II, Desa Hiliwaele, Kabupaten Nias yang dibunuh tetangganya sendiri bernama SW alias Ama Periaman alias Ama Ucok (51) ternyata sempat mengucapkan kalimat tak senonoh kepada anak perempuan tersangka.

Sebelum dibunuh, Gamari datang ke rumah tersangka sembari mendobrak pintu.

"Dari penuturan tersangka (Ucok), motif pembunuhan ini dilatarbelakangi masalah sakit hati.

Sebelumnya, korban datang ke rumah tersangka dan mengucapkan kalimat tak senonoh pada putri tersangka," ungkap Kapolres Nias AKBP Bazawato Zebua, Jumat (11/11/2016) siang.

Karena merasa tersinggung dengan ucapan korban, putri tersangka kemudian menghubungi ayahnya yang tengah berladang. Spontan, ketika mendengar penuturan putrinya, Periaman pulang untuk memastikan kondisi rumah.

"Saat tiba di rumah, tersangka yang kaget mendengar penuturan putrinya langsung pergi ke rumah korban. Ketika bertemu, terjadilah cekcok dan tersangka pun membacok korban hingga tewas," ungkap Bazawato.

Dari penuturan tersangka, korban ini kerap mabuk-mabukan. Diduga, saat mendatangi rumah tersangka, korban masih dalam keadaan teller minuman keras sehingga ucapannya menyinggung keluarga tersangka.

"Inikan masih keterangan dari tersangka. Kami akan dalami lebih lanjut keterangan saksi-saksi lainnya," kata Bazawato.

 WW alias Sibaya Gamari (40) ternyata sempat berniat menyerahkan diri ke Polres Nias. Namun saat itu, tersangka takut jika menyerahkan diri diantara kerumunan orang ramai.

"Menurut penuturan tersangka begitu. Dia mau menyerahkan diri usai membunuh tetangganya. Namun takut," kata Kapolres Nias, AKBP Bazawato Zebua, Jumat (11/11/2016) siang.

Setelah kejadian itu, tersangka pun pergi ke rumah kerabatnya. Ia kembali minta diantarkan ke Polres Nias, namun baik keluarga ataupun tetangga takut dan tidak ada yang mau mengantar.

"Tersangka kami amanka, Kamis (10/11/2016) malam. Ia langsung kami bawa ke kantor guna pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.

Menyangkut kasus ini, Bazawato juga meminta pihak keluarga korban untuk tidak dendam. Ia mengimbau kepada keluarga korban agar bersabar.

"Kepada pihak keluarga korban, serahkanlah kasus ini pada kami agar diproses. Kami meminta agar pihak keluarga jangan menaruh dendam kepada keluarga tersangka," katanya.



zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: