, Ajaib, Pilot Helikopter Bell 412 EP (Enhanced Performance) Ditemukan Selamat di Lokasi Jatuh Helikopter. | Berita Terbaru

Ajaib, Pilot Helikopter Bell 412 EP (Enhanced Performance) Ditemukan Selamat di Lokasi Jatuh Helikopter.

Ajaib, Pilot Helikopter Bell 412 EP (Enhanced Performance) Ditemukan Selamat di Lokasi Jatuh Helikopter.

SEBARKANBERITA


Ajaib, Pilot Helikopter Bell 412 EP (Enhanced Performance) Ditemukan Selamat di Lokasi Jatuh Helikopter.

Sungguh di luar dugaan, salah satu awak helikopter Bell 412 EP (Enhanced Performance) nomor register HA-5166, yang dinyatakan jatuh saat melakukan pengiriman logistik di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Utara, ditemukan selamat.

Informasi soal Lettu CPN Abdi Darnain, (Penerbang I) yang merupakan tandem Letnan Satu (Corps Penerbang) Yohanes Syaputra diperoleh dari tim SAR yang turut dalam pencarian korban usai helikopter dinyatakan jatuh.

Tim SAR yang terdiri dari tujuh orang Paskhas AU dan 1 Basarnas berhasil menyelamatkan Abdi menggunakan hoist atau tali katrol ke lokasi jatuhnya pada pukul 14.20 WITA.

Dari hasil pencarian tim SAR menemukan Lettu CPN Abdi Darnain dalam kondisi selamat sementara itu 4 orang korban lain dinyatakan telah meninggal dunia.

Baca: Ini daftar nama-nama kru di helikopter TNI AD yang jatuh di Sleman

Sementara itu evakuasi korban selamat, dari lokasi helikopter jatuh menggunakan helikopter NAS 332 Super Puma milik TNI AU menuju Malinau, Kalimantan Utara.

Kemudian pada pukul 16.25 WITA dari Malinau, korban selamat diterbangkan menggunakan pesawat Cassa AL/U 622 menuju Tarakan, Kaltim tiba pukul 17.20 WITA.

Abdi kemudian dilarikan ke RSUD Tarakan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

 Sebelunya istri dari Lettu CPN Abdi Darnain (Penerbang I)  mengungkapkan perasaannya sedang merindukan suaminya yang melaksanakan tugas negara mengangkut logistik prajurit TNI penjaga perbatasan NKRI-Malaysia.

Nina Zahrina merupakan istri dari Lettu CPN Abdi Darnain yang turut menjadi awak heli jatuh tersebut.

Entah ada firasat atau tidak Nina dalam postingan di akun Facebook miliknya menuliskan status menunggu sang suami yang tengah bertugas bersama personel TNI AD lainnya.

"Menunggumu cintaa, efekrinduuabi," tulis Nina dalam dinding (wall) status akun media sosialnya.

Status tersebut satu hari diposting sebelum suami dan para awak lainnya dinyatakan hilang kontak saat terbang melintasi udara untuk mengangkut logistik prajurit TNI yang menjaga perbatasan NKRI-Malaysia di Kalimantan Utara.

Di foto yang lain terlihat Nina tampak sedang menggendong seorang balita, diduga merupakan buah hati perkawinannya dengan Abdi Darnain.

Usianya masih balita, tidak sampai satu tahun.


Sebelumnya Lettu CPN Abdi dinyatakan gugur bersama empat orang awak lainnya usai helikopter yang mereka tumpangi jatuh di Kalimantan Utara.

Informasi tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.

Dia memastikan lima orang kru dalam helikopter jenis Bell 412-EP nomor registrasi penerbangan HA-5516 yang selama empat hari dikabarkan hilang kontak, kini dapat tidak ada yang selamat.
Semuanya gugur.

Pernyataan ini disampaikan Irianto ketika ditemui wartawan di Ruang VIP Bandara Juwata, Kota Tarakan, Provinsi Kaltara, Minggu (27/11/2016).

"Saya dapat kabar hari ini dari masyarakat di sana, dipastikan semua crew yang ada di dalam helikopter tidak ada yang selamat," ucap Irianto Lambrie.

Berikut daftar awak Heli Bell 412 EP milik TNI AD yang mengangkut bahan kebutuhan pokok prajurit TNI penjaga perbatasan NKRI - Malaysia;

- Letnan Satu (Corps Penerbang) Yohanes Saputra (Penerbang I)
- Lettu CPN Abdi Darnain,(Penerbang I)
- Lettu CPN Ginas Sasmita (Penerbang (II)
- Sersan Satu Bayu Sadeli (Mekanik)
- Prajurit Kepala Suyanto (Mekanik) 

Gubernur menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya kru heli Bell milk TNI Angkatan Darat (AD).

"Atas nama pribadi dan masyarakat Kaltara saya mengucapkan belasungkawa dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ucapnya.

Dari pantauan Tribunkaltim.co, Tribun Medan Network, tujuh mobil ambulans telah siap di Makolanud Tarakan bahkan di ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan sudah berdiri tenda biru dan dipagari portal.


Helikopter milik TNI tersebut dalam misi mengangkut bahan makanan atau diistilahkan sebutan pendorongan logistik (dorlog) 400 kilogram kepada prajurit TNI penjaga perbatasan NKRI dengan Malaysia di Pos Karya Tanjung, Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Setelah hilang kontak, sejak Kamis (24/11/2016), helikopter ditemukan jatuh Desa Long Sulit, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, Provinsi Kaltara.

Panglima Pengamanan Perbatasan Turun ke Lokasi

Terkait pesawat ini, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Johny L Tobing selaku Panglima Komandai Pengamanan Perbatasan NKRI - Malaysia, tiba di Bandara Kolonel RA Bessing, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Minggu (27/11/2016), pukul 09.15 Wita.

Selanjutnya, Pangdam langsung menuju lokasi temuan helikopter jenis Bell 412-EP yang hilang di sekitar Desa Long Sulit, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau menggunakan helikopeter Super Puma sekitar pukul 10.00 Wita.

Para jurnalis yang menunggu langsung segera menuju landas pacu (runway) bandara untuk mengambil gambar seperti biasa. Namun, dua petugas berseragam provost meminta wartawan untuk keluar bandara.

Dari pagar, terlihat dua tenda telah didirikan di dekat ATC Bandara. Satu tenda berwarna hijau khas TNI dan satu tenda lagi berwarna orens milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Pesawat Cassa AL/U 622 milik TNI AL yang disiapkan untuk proses evakuasi masih standby.

Bantu Menyiapkan Peti Jenazah

Untuk membantu evakuasi jenazah kru Heli Bell 412 -EP, Pemerintah Provinsi Kaltara menyiapkan peti jenazah.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Provinsi Kaltara Badrun, Minggu (27/11) di Ruang Vip Bandara Juwata Tarakan.

Badrun mengatakan, pihaknya akan membantu untuk biaya peti jenazah bagi kru yang meninggal dunia.

"Kita siapkan anggaran untuk biaya peti jenazah. Semua peti jenazah itu nanti yang mengatur pak Dandim," ucapnya.

Atas insiden ini, Badrun mengucapkan bela sungkawa kepada TNI AD dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

"Kami, Pemprov Kaltara turut belasungkawa sebesar-besarnya dan keluarga yang ditinggalkan tetap diberikan ketabahan," ujarnya.

Informasi terakhir yang didapat oleh awak TribunKaltim.co melalui penjelasan menggunakan peta, helikopter hilang kontak telah ditemukan 6 kilometer dari Dusun Nansarang.

Sesuai penjelasan dari beberapa sumber di Bandara Kol RA Bessing Malinau, 6 kilometer tersebut belum dapat dijadikan patokan. Pasalnya, geografis lokasi pencarian merupakan hutan dan bukit.
"Kalau dilihat dari peta, ya dapat kita katakan cukup dekat. Sebab hanya 6 kilometer saja. Sebab, itu kita tarik lurus di peta.

Tapi kalau kita berada di lokasi pencarian, bisa saja kita harus berjalan kaki selama berhari-hari. Daerah di sana kan hutan belantara dan berbukit.

Tapi, kalau evakuasi dengan menggunakan heli bisa dikatakan cukup dekat," ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya.



zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: