, BEJAT! Beginilah Kronologis Remaja 17 Tahun Yang Perkosa dan Bunuh Janda 3 Anak di Polman. | Berita Terbaru

BEJAT! Beginilah Kronologis Remaja 17 Tahun Yang Perkosa dan Bunuh Janda 3 Anak di Polman.

BEJAT! Beginilah Kronologis Remaja 17 Tahun Yang Perkosa dan Bunuh Janda 3 Anak di Polman.

SEBARKANBERITA


BEJAT! Beginilah Kronologis Remaja 17 Tahun Yang Perkosa dan Bunuh Janda 3 Anak di Polman.

MAKASSAR – AIP 17 tahun tersangka pembunuh dan pemerkosa Nurhayati (54) janda tiga anak, mengaku sebelum melakukan aksinya ia telah mengonsumsi minuman keras jenis tuak atau ballo bersama lima temannya.

Saat pulang ia melintas di depan rumah janda tiga anak tersebut di Jalan Basiu, Polewali, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar) dan melihat situasi sepi. Dalam kondisi mabuk ia melompat pagar dan mencongkel jendela rumah Nurhayati. Ia tidak menyangka aksinya akan dipergoki oleh Nurhayati yang baru pulang dari pesta pernikahan.

Penyidik Forensik Polda Sulsel Kompol Mauluddin mengungkapkan, dari hasil olah TKP menunjukkan AIP dan Nurhayati sempat terlibat perkelahian di rumah bagian belakang. “Nurhayati didorong dan jatuh, kemudian kepala dibenturkan ke tembok dua kali,” kata Mauluddin.

Setelah Nurhayati tidak sadarkan diri AIP kemudian menutup pintu depan. Pelaku sempat duduk di sofa ruang tamu sambil kebingungan.

“Tapi saat itu paha korban tersingkap makanya AIP yang dalam pengaruh minuman keras tiba-tiba bernafsu, apalagi Nurhayati yang baru pulang dari pesta masih mengenakan make up. Akhirnya pelaku melampiaskan nafsu bejatnya memperkosa Nurhayati,” kata Maulud.

Setelah memperkosa siswa aliyah ini kemudian membawa lari handphone korban. Di depan penyidik AIP mengira Nurhayati hanya pingsan saat dia tinggalkan.

Keesokan harinya, kata Maulud, setelah korban diotopsi, pelaku datang ke rumah duka saat akan dimakamkan. “Dia mengaku saat itu menangis atas perbuatannya,” ujar Maulud.

Mauluddin mengungkapkan pengungkapan kasus ini terbilang rumit dan butuh waktu kurang lebih tiga minggu untuk mencari pelaku. Pasalnya, penyidik Polres Polman sudah mencoba mencari dugaan orang sekitar yang dicurigai namun tidak ada titik terang.

“Mulai ada titik terang saat HP yang dibawa lari pelaku kembali aktif setelah dipantau setiap hari. Dari HP tersebut ada nomor baru muncul, langsung kembangkan datanya,” ungkap Mauluddin.

Setelah ditelusuri ternyata pemilik HP tersebut telah berpindah tangan sebanyak tiga kali. “Pemilik terakhir, yakni Evi (siswa SMA) mengaku membeli HP tersebut dari temannya atas nama Akbar (pemuda setempat) seharga Rp200 ribu. Setelah Akbar diiterogasi, ia mengaku HP tersebut diibeli dari ibu Lisa dengan harga yang sama,” kata Maulud.

Lisa bersama suaminya diinterogasi mengaku mendapatkan HP tersebut dari AIP dengan alasan temannya butuh uang Rp150 ribu sehingga digadaikan. Akhirnya penyidik menjemput AIP dan melakukan interogasi.

“Awalnya penyidik tidak menyangka AIP adalah pelakunya, karena keterangan yang diberikan berbelit-belit seakan akan ada yang disembunyikan. Tapi setelah ditekan dan diancam tes darah akhirnya AIP mengakui perbuatannya telah mencuri, membunuh dan memperkosa Nurhayati.”

Kapolres Polman AKBP Agoeng Adi mengatakan AIP terancam pasal berlapis yakni 365, 286 dan 338. “Dikenakan pasal pencurian, pembunuhan dan pemerkosaan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” kata Agoeng.



zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: