, Abg 16 Tahun Ditemukan Tewas Mengenaskan Dengan Ranting Kayu Menancap Di Kemaluan. | Berita Terbaru

Abg 16 Tahun Ditemukan Tewas Mengenaskan Dengan Ranting Kayu Menancap Di Kemaluan.

Abg 16 Tahun Ditemukan Tewas Mengenaskan Dengan Ranting Kayu Menancap Di Kemaluan.

SEBARKANBERITA

Abg 16 Tahun Ditemukan Tewas Mengenaskan Dengan Ranting Kayu Menancap Di Kemaluan.

PALEMBANG - Setelah sempat menghilang selama dua hari, Afiah (16) pertama kali ditemukan oleh tetangganya, Duan (26) yang hendak memancing ikan di hutan Mangsang atau berjarak sekitar 2,5 Km dari rumahnya.



Namun, saat ditemukan jumat 21/10/2016, Afiah sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.
Bahkan, saat pertama kali ditemukan, Afiah juga dalam keadaan tanpa busana alias bugil serta telah mengeluarkan aroma tidak sedap.

Bahkan, saat pertama kali ditemukan, pada alat kelaminnya juga tertancap ranting kayu yang panjangnya sekitar 10 cm dan memiliki diameter sebesar jempol.
Diduga, korban tewas setelah diperkosa lalu dibunuh.

Dengan adanya penemuan tersebut, sehingga jenazah korban pun dibawa ke Kamar Mayat RS Bhayangkara Polda Sumsel Palembang guna dilakukan outopsi.

Jenazah korban tiba di Kamar Mayat RS Bhayangkara Polda Sumsel Palembang, Jumat (21/10/2016) sore.

Kaur Kesmapta Polda Sumsel, Kompol dr Mansyuri mengatakan, dari hasil outopsi diketahui korban meninggal karena kekerasan benda tumpul di kepala, badan dan luka memar di bahu dan di kakinya yang diduga akibat dianiaya.

"Diduga ada kekerasaan seksual, karena ada luka memar di pinggul tapi untuk lebih jelasnya masih didalami dan kecurigaan ke arah sana memang ada," ungkapnya.

Saat ditanya lebih lanjut dengan adanya ranting kayu yang tertancap di kemalauan korban, dr Mansyuri tidak bisa memberikan banyak komentar.

"Itu memang ada dan kita juga belum tahu kayu itu dimasukkan siapa, pokoknya itu tidak manusiawi. dan kayu tersebut juga sudah kita serahkan ke penyidik," terangnya.




zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: