, Duh, Pisau Bekas Tusuk Ibu dan Anak Dibuang di Sumur Suci Pura di Kalimutu | Berita Terbaru

Duh, Pisau Bekas Tusuk Ibu dan Anak Dibuang di Sumur Suci Pura di Kalimutu

Duh, Pisau Bekas Tusuk Ibu dan Anak Dibuang di Sumur Suci Pura di Kalimutu

SEBARKANBERITA


Duh, Pisau Bekas Tusuk Ibu dan Anak Dibuang di Sumur Suci Pura di Kalimutu

DENPASAR – Upaya persembunyian tersangka kasus penganiayaan berat yang merenggut nyawa Suyani (39) di Jalan Gunung Lebah IV Nomor 43 E, Banjar Sari Buana, Desa Tegal Harum, Denpasar, Bali, terhenti di dekat tempat pembuangan akhir (TPA) Monang Maning, Jalan Merpati.

Menurut pengakuan Tono kepada penyidik, setelah membunuh Suyani dan melukai anaknya, Dafa Hudsafah Nurahid (10), Selasa (20/9/2016) sekitar pukul 13.00 Wita, ia lari dari kejaran warga dan bersembunyi di belakang Padmasana Pura Tegal Timbul Gatep Manis yang berlokasi sekitar 1 kilometer ke arah timur dari TKP rumah korban.
    
Lokasi pura ini cukup tersembunyi dan jauh dari keramaian.Area pura pun terbilang kecil dan sempit.Temboknya berbentuk segitiga.Akses dari rumah korban ke pura ini hanya bisa dilalui sepeda motor.Sebelum masuk pura, Tono menyempatkan diri sejenak untuk mencuci bekas darah pada pisaunya di sungai kecil di depan pura.

Setelahnya, pria asal Kelurahan Tamanwinangun, Kebumen, Jawa Tengah, ini masuk menyelinap diam-diam ke areal dalam pura.

Di dalam areal pura, Tono membuang pisau tersebut ke dalam sebuah sumur kembar sedalam tiga meter.



Sumur tersebut yang biasa digunakan umat Hindu yang bersembahyang di pura tersebut untuk melukat (pembersihan).

Barang bukti pisau tersebut kemudian diambil dengan cara ditarik menggunakan magnet oleh petugas kepolisian.

“Tersangka bersembunyi di belakang pelinggih atau padmasana, jadi tidak terlihat oleh orang-orang di pura. Memang pas tadi kita cek di pura tersebut tempatnya kecil sekali dan dia bisa bersembunyi di sana,” kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan, ketika ditemui saat pelaksanaan pra-rekonstruksi kasus penganiayaan berat tersebut, kemarin.

Saat tengah malam, Tono keluar dari persembunyiannya di Pura Tegal Timbul Gatep Manis untuk berganti pakaian di rumah kosnya.

Dalam perjalanan, anggota Tim Reserse Mobil (Resmob) Polresta Denpasar yang telah bersiaga di sekitar tempat kosnya langsung menangkap pria berbadan pendek ini.

Tono yang memakai baju berwarna abu-abu garis-garis hitam dan putih serta bercelana pendek, sempat mencoba kabur dan melawan saat hendak ditangkap.

Tono pun “dihadiahi” timah panas.

Dengan kaki kiri terluka kena tembakan polisi, Tono lalu dikeler ke Mapolresta Denpasarr guna menjalani pemeriksaan.

“Tim (Reserse Mobil) dipecah ada yang mencari pelaku di Terminal Ubung, sekitar TKP, dan ada di tempat kos tersangka. Karena tersangka melakukan perlawanan, anggota harus mengambil diskresi di lapangan. Jadi kita terpaksa melumpuhkan tersangka di bagian kaki,” jelas Reinhard.

Tono membunuh Suyani diduga dilatarbelakangi persoalan utang piutang.

Menurut keterangan dari sang anak dan sejumlah rekan korban, pelaku diduga memiliki utang sebesar Rp 1,8 juta kepada suami Suyani, Joko Setiarso (42).

Sejak pagi hari, sejumlah saksi di TKP mengaku sudah melihat Tono hilir-mudik di sekitar TKP.
Tono dilihat warga sempat duduk-duduk di depan depo air minum isi ulang yang terletak sekitar 20 meter arah timur rumah korban.

Siang hari, Tono yang bersenjatakan pisau lalu melakukan aksi pembacokan terhadap Suyani di rumahnya.

Dua anak-anaknya yang masih kecil yang saat itu ada di rumah, Dafa Hudsafah Nurahid (10) dan Saskia (4), juga menjadi korban kebrutalan pelaku.Dafa dibacok sedangkan Saskia sempat dicekik pelaku, namun berhasil lari menyelamatkan diri.

Suyani yang hampir kehabisan darah mencoba mencari pertolongan. Namun wanita ini tumbang di depan pintu gerbang.Ia akhirnya meninggal akibat tusukan pisau pelaku yang mengenai jantungnya.

Dafa yang mengalami luka-luka cukup parah di bagian dada kiri terduduk lemas di dekat kaki sang bunda.Bocah laki-laki ini juga mengalami memar akibat ditendang pelaku.Dengan kondisi kritis, ia kemudian dilarikan ke RS Bali Med Denpasar lalu dirujuk ke RSUP Sanglah.Sementara adik perempuannya, Saskia, yang lolos dari aksi brutal Tono meringkuk ketakutan di teras rumah dekat tempat jemuran.

Anak kecil malang itu menangis sejadi-jadinya melihat sang ibu dan kakak ditusuk di depan matanya.
Aksi biadab Tono pertama kali diketahui tetangga korban, Ketut Aryawan (38), sekitar pukul 13.00 Wita.Ia mendengar teriakan “aduuh...aduuh” dari rumah korban.Aryawan sempat melihat pelaku dan melakukan pengejaran.Ia melempar pelaku dengan bongkahan batu tapi meleset.Pelaku pun menghilang setelah Aryawan mengejarnya hingga ke sungai yang ada di timur rumah korban.


zyngaqq sboqq photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Share on Google Plus

About beritagosip

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: